Kamis, 26/04/2012, 09:06:25
Panwaslu Diminta Awasi Ketat Anggaran Pemilukada
TK-Takwo Heriyanto

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Pemilukada Brebes, Jawa Tengah (Jateng) yang akan digelar 07 Oktober 2012, memakan anggaran Rp 33,6 Miliar. Dengan jumlah fantastis itu, maka penggunaannya pun harus terpantau jelas oleh Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) setempat.

Berkaitan dengan hal tersebut, aktifis Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) beserta Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Brebes melakukan audensi dengan Panwaslu setempat, Kamis 26 April 2012, guna mendesak adanya pemantauan ketat dalam penyelenggaraan pemilukada Oktober 2012 mendatang.

Gebrak dan elemen mahasiswa lainnya siap membantu Panwaslu dalam melakukan pemantauan penggunaan anggaran, agar tidak terjadi penyelewengan.

"Jangan takut sama pihak yang berbuat salah. Brebes harus bersih dari penyelewengan," tegas Koordinator Badan Pekerja Gebrak, Darwanto, disela-sela audensinya dengan Ketua Panwaslu Brebes.

Pihaknya siap membantu panwaslu asalkan panwaslu juga bertindak sesuai koridor atau tidak melakukan penyelewengan. Sebab, kalau sama-sama menyeleweng, maka pihaknya siap melaporkan semua temuan kejanggalan. Seperti pada peyelenggaraan pemilukada 2007 lalu, sejumlah kecurangan maupun penyelewengan dalam pemilukada beberapa kali terjadi.

"Bahkan, dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terhadap penyelenggaraan pemilukada 5 tahun lalu, itu marak dengan penyelewengan," ungkapnya.

Menurutnya, pada Pemilu 2007 lalu, BPK RI berhasil mengaudit secara keseluruhan penyelenggaraan pesta demokrasi rakyat itu. Hasilnya, ada sekitar 50 % penggunaan anggaran oleh KPU setempat yang tidak jelas.

"50 persen penggunaan anggaran KPU dipertanyakan. Begitu menurut hasil audit BPK RI," kata Darwanto.

Ia mencatat, anggaran yang digelontorkan KPUD Brebes saat 2007 lalu mencapai Rp 18 miliar. Dari jumlah itu, BPK menemukan sejumlah kegiatan dengan dugaan penggunaan anggaran yang harus dipertanyakan di antaranya, pencairan dana PPS, tinta pemilu yang jelek, lipatan kartu suara dan sebagainya.

"Kami tidak ingin lagi pada pemilukada mendatang, hal serupa akan terjadi lagi di Brebes," terangnya..

Ketua Panwaslu Brebes,  Taufikquraohman, menyambut baik maksud Gebrak dan elemen mahasiswa yang berniat membantu tugas pemantauan pemilukada nanti. Menurutnya, panwaslu tidak akan bisa bekerja dengan baik, tanpa adanya pengawasan elemen mahasiswa.

"Kami siap diawasi secara penuh, termasuk penggunaan anggaran kami. Sebab, tak bisa dipungkiri jika penyelenggaraan pemilukada sarat gesekan antar pihak. Baik pihak calon, pendukung atau penyelenggaranya," pungkasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita