Kamis, 26/04/2012, 08:53:07
Kesejahteraan Sosial Sulit Dicapai Jika Tak Ada Sinergisitas
TK-Takwo Heriyanto

PanturaNews (Brebes) - Penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) tidak akan punah sebelum kiamat datang, Sebab kesejahteraan sosial sulit dicapai, jika tidak ada sinergisitas antara berbagai elemen dan hilangnya sikap mental individu yang lemah.

Hal tersebut disampaikan dosen IAIN Walisongo Semarang, Drs M Masrur MAg saat menyampaikan makalah pada kegiatan koordinasi dan fasilitasi program penanggulangan kemiskinan secara sinergis tingkat Badan Kordinator Wilayah (Bakorwil) III, di Pendopo Bupati Brebes, Kamis 26 April 2012.

Termasuk terjadinya musibah bencana alam, akan memicu meningkatnya permasalahan sosial yang makin kompleks, baik dari kuantitas maupun kualitasnya. Namun,berkembang maju atau kayanya suatu Negara tidak tergantung pada umur Negara, sumber daya alam, ras atau warna kulit maupun kecerdesan. Yang lebih berpengaruh hanyalah karakterisktik kaya mental.

Dia mencontohkan, India dan Mesir sudah 2000 tahun tetapi masih tetap miskin sampai kini. Sebaliknya, Singapura, Australia, Kanada dan Selandia Baru sudah dikelompokan sebagai Negara maju. Jepang hancur tapi bangkit, swiss negara kecil tapi bank-banknya sangat dipercaya. “Negara-negara maju itu, memiliki karakteristik kekayaan mental yang luar biasa,” terang Masrur.

Karena itu. lanjut Masrur, menjadi tantangan sendiri bagi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dalam upaya mensukseskan kesejahteraan sosial. Dalam catatan Badan Pusat Statistik Tahun 2010 dari jumlah penduduk Jateng 32.380.687 terdapat PMKS Jateng 19,53 persen (6.322.494). Sementara angka kemiskinan di Brebes, berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 ada 23,01 persen dari 1,7 Juta.

"Brebes menempati nomor 4 terbawah dari Purbalingga, Rembang dan Wonosobo," terangnya.

Sedangkan,kondisi PMKS Jateng tahun 2011, anak terlantar, jalanan dan nakal sebanyak 138.324 orang, Penyandang cacat (236.304), Wanita rawan social ekonomi (163.037), lanjut usia terlantar (190.165), HIV/AIDS (846), tuna susila (5.091), PGOT (5.546) dan eks napi (13.282).

Ketua Panitia Penyelenggara Dra Noor Chayati MSi menjelaskan, kegiatan rakor digelar dalam upaya memfasilitasi program-program penanggulangan kemiskinan secara sinergis melalui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Kegiatan diikuti 105 perwakilan dari Kabupaten/Kota se wilayah eks Karesidenan Pekalongan dan Banyumas. Kegiatan dibuka Bupati Brebes H Agung Widyantoro SH MSi yang diwakili Asisten 3 Sekda Brebes Drs Suprapto.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita