Ilustrasi
PanturaNews (Tegal) - Soal-soal Ujian Nasional (UN) tingkat SMP hari kedua dengan mata ujian Matematika diduga bocor. Pasalnya, sejumlah siswa peserta ujian di SMP Negeri 19 Kota Tegal, Jawa Tengah, telah mengantongi rekap jawaban yang diperolehnya dari salah seorang siswa dengan cara membeli seharga Rp 25 ribu. Demikian penuturan salah seorang wali murid, DST kepada PanturaNews.com, Rabu 25 April 2012.
Menurut DST, beredarnya kunci jawaban soal Matematika yang diperjualbelikan itu langsung dibuktikannya. Hanya dengan memberikan uang receh Rp 25 ribu kepada salah seorang siswa di SMP Negeri 19, dirinya langsung mendapat rekap kunci jawaban. Akan tetapi, kunci jawaban soal Matematika yang diujikan itu tidak diserahkan kepada anaknya yang juga mengikuti UN di SMP 19. Kunci jawaban itu disimpannya untuk sewaktu-waktu dijadikan sebagai barang bukti adanya kecurangan dalam pelaksanaan UN.
Lebih jauh dikatakan, terkuaknya jaringan jual beli kunci jawaban soal Matematika itu bermula dari cerita anaknya. Sambil menangis, anaknya menceritakan bahwa usahanya belajar sungguh-sungguh untuk menghadapi UN bakal sia-sia. Alasannya, diluar sana teman-temannya sudah mengantongi kunci jawaban untuk semua soal-soal yang dijadikan materi UN. Sementara, dirinya tidak memiliki uang untuk ikut membeli kunci jawaban tersebut.
“Mendengar anak saya bercerita seperti itu, langsung paginya (Rabu pagi-Red), saya langsung menemui salah seorang siswa berinitial UT, untuk membeli kunci jawaban soal matematika yang akan diujikan pada hari itu. Kunci jawaban langsung saya simpan dan saya meminta anak saya tetap mengikuti UN tanpa kunci jawaban,” katanya.
DST mengatakan, dari kejadian itu dapat disimpulkan bahwa serapi-rapinya pemerintah daerah mengamankan soal-soal UN, ternyata bisa bocor. Terbukti ada juga oknum di kalangan siswa yang bertindak selaku distributor kunci jawaban.
“Saya meyakini, oknum siswa itu tidak bekerja sendiri, pasti ada pihak-pihak yang berkepentingan di belakang oknum siswa si pendistribusi kunci jawaban,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tegal, Sutari SH menyatakan turut prihatin dengan informasi kejadian itu. Pihaknya sangat menyayangkan tindakan oknum siswa SMP yang sangat berani menjadi pendistribusi kunci jawaban soal-soal UN.
Namun demikian, Sutari menghimbau kepada peserta UN agar tidak tergiur dengan tawaran dari seseorang maupun oknum yang mengaku mempunyai kunci jawaban. Pasalnya, kunci jawaban yang dimaksudkan belum tentu benar, bisa jadi semua jawaban yang di rekap kunci jawaban itu senagaja disalahkan. Maka yang rugi adalah siswa sendiri.
“Khusus untuk kejadian yang dialami oleh wali murid di SMP Negeri 19, kami akan mencoba menyelidikinya. Bilamana perlu kami akan memanggil wali murid yang bersangkutan untuk menyampaikan secara langsung yang telah dialaminya terkait kunci jawaban kepada DPRD. Di sisi lain, kami juga mendengar rumor yang sama di beberapa sekolah lain yang kabarnya beredar kunci jawaban soal UN yang justru dikoordinir oleh para pendidik. Jika benar kejadiannya seperti itu, sangat memprihatinkan sekali dunia pendidikan kita ini,” kata Sutari.
Sutari menambahkan, semestinya para pendidik maupun oknum pendistribusi kunci jawaban soal-soal UN sadar, bahwa dengan tindakannya justru akan makin menjerumuskan generasi bangsa.
“Apabila ingin membantu meringankan beban peserta didik, berilah mereka materi esensial sebelum digelar UN, bukannya memberikan kunci jawaban saat ujian. Logikanya, kenapa repot-repot membantu siswa saat ujian, lebih baik kan bantu siswa dan arahkan siswa setelah dinyatakan kelulusannya,” tegasnya.