Suhar, menatap sedih peti jenasah anaknya yang menjadi korban pembunuhan di atas kapal nelayan (Foto: Gaharu)
PanturaNews (Tegal) - Satu Anak Buah Kapal (ABK) korban pembuhunan di atas kapal pencari cumi di perairan Tanjung Balai Karimun, Abdul Gofur (30) warga Jalan Puter Gang 3 RT 01 RW 03 Kelurahan Radugunting, Tegal Selatan, Kota Tegal, Jawa Tengah, dipulangkan. Jenasah korban sampai di rumahnya, Kamis 12 April 2012 pukul 22.00 WIB, disambut isak tangis keluarganya.
Korban lainnya, Agus, warga Jalan Puter Gang Bangau RT 05 RW 03 Kelurahan Radugunting, Tegal Selatan, Kota Tega, belum ditemukan karena dibuang di laut Natuna oleh pelaku yang bernama Novi Andrianto (28). Sedangkan korban ketiga, Rahmanto alias AO yang mengalami luka bacok pada lengan kanan dan dahi sebelah kanan, masih dirawat di rumah sakit setempat.
Informasi yang berhasil dihimpun PanturaNews, menyebutkan pembunuhan dua ABK ini bermula dari soal sepele. Tersangka Novi yang diketahui stres, tersinggung oleh candaan teman-temannya, katanya akan dijadikan umpan pancing ikan hiu. Pagi harinya saat teman sesama ABK sedang pulas tidur, Novi ngamuk dengan sebilah golok.
“Kata yang ngantar jenasah Abdul Gofur, ceriteranya begitu. Saat itu Gofur dan teman-temanya sedang tertidur pulas. Kami sekeluarga hanya pasrah,” ujar ayah Abdul Gofur, Suhar (60) sembari menahan tangis.
Sementara Surip (45), keponakan Suhar menuturkan, Abdul Gofur adalah anak pertama dari tiga saudara. Sehari-harinya, Gofur yang masih bujangan itu, adalah anak yang tidak berbuat macam-macam. Menurut Surip, kejadian pembunuhan itu pada Rabu subuh (Rabu 03 April 2012 pukul 05.00 WIB).
“Saat itu katanya semua ABK sedang tertidur pulas, sehingga tidak sempat menghindar. Padahal menurut teman-teman Gofur yang selamat, kejadian itu diawali dari kejadian sepele, hanya goyon sesama teman. Luka yang diderita Gofur, setelah saya melihat mayatnya, ada di bagian wajah, terutama mulut dan leher. Luka lainnya di dada kanan dan kiri yang masih basah oleh darah.
Ditambahkan Surip, bahwa Novi Andrianto informasinya sudah diamankan di kepolisian Tanjung Balai Karimun. Sedangkan Agus yang dibuang ke laut, belum ditemukan. Bahkan ayahnya Agus, saat melihat kedatangan jenasah Abdul Gofur, langsung pinsan. “Mungkin dia tidak dapat membayangkan bagaimana nasib Agus, anaknya yang belum ditemukan,” ujarnya.
Diberitakan, seorang ABK kapal, Novi Andrianto (28), Rabu mengamuk dan membabi buta menyerang orang ABK lainnya dengan sebilah golok. Dua orang ABK tewas, sedangkan satu orang bernama Rahmanto selamat hanya menderita luka-luka. Agus oleh pelaku dibuang di laut Natuna.
Pembantaian yang dilakukan Novi Andrianto yang diketahui stres, tersinggung oleh candaan teman-temannya. Pagi harinya saat teman sesama ABK sedang pulas tidur, Novi tiba-tiba mengambil golok, kemudian mengorok teman-temannya.