Selasa, 10/04/2012, 07:16:47
Jelang UN, Ribuan Pelajar SMA Ikuti Istighosah
TK-Takwo Heriyanto

Ribuan siswa SMA mengikuti istigotsah menjelang ujian nasional (Foto:Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Menjelang Ujian Nasional (UN) yang akan digelar 16-19 April 2012 mendatang, ribuan pelajar kelas XII dari sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengikuti istighosah di GOR Sasana Krida Adhi Karsa Brebes, Selasa 10 April 2012.

Dari pantauan PanturaNews, tidak sedikit para pelajar kelas XII SMA ini, yang menitikan air mata, bahkan sampai menangis tersedu-sedu saat mengikuti isthigosah yang dibimbing oleh KH. Dirjo Abdul Hadi, asal Kelurahan Gandasuli, Kecamatan Brebes ini.

Ketua panitia Istighosah, Drs Edi Wahyudi MPd menjelaskan, istighosah diikuti oleh 1.538 siswa dari Rayon 01 Brebes. Masing-masing dari SMA 1 Brebes sebanyak (343 siswa), SMA 2 Brebes (338), SMA 3 Brebes (308), SMA 1 Wanasari (171), SMA 1 Jatibarang (186), SMA PGRI Brebes (170) dan SMA Muhammadiyah Brebes (22).

Edi Wahyudi berharap, dalam UN yang bakal digelar 16-19 April 2012 itu bisa berjalan sukses. Sukses pelaksanaan dan sukses hasil. “Dengan dorongan nilai-nilai religious, mudah-mudahan siswa-siswi di Kabupaten Brebes bisa lulus 100 prosen,” harapnya.

Sementara, KH. Dirjo Abdul Hadi saat menyampaikan mauidlo khasanah istighosah jelang UN, mengatakan berbakti kepada orang tua, mertua dan guru menjadi pra syarat bagi yang orang yang ingin sukses menjalani kehidupan. Termasuk untuk menghadapi UN, siswa wajib mematuhi perintah orang tua dan guru sebagai upaya membaktikan diri.

“Belajar, adalah wujud nyata berbakti kepada orang tua dan guru,” kata KH Dirjo Abdul Hadi.

Siapapun orangnya, lanjut Kiai Dirjo, tak akan pernah sukses bila sudah durhaka kepada orang tua dan tidak menghormati guru. Namun sebaliknya, jalan terjal dan susah akan mudah ditempuh bila telah mendapat restu orang tua.

“Pan dadi apa, yen durung apa-apa wis wani karo wong tua (mau jadi apa, kalau belum apa-apa durhaka pada orang tua, red),” ujar Dirjo dalam bahasa Brebesan yang kocak.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita