Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Hampir satu pekan, tabung gas elpiji yang berisi 3 Kilogram (Kg) di tingkat pengecer di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tanjung dan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengalami kelangkaan. Akibatnya, sejumlah pedagang maupun pengusaha warteg hingga ibu rumah tangga mulai cemas, karena tidak bisa memasak.
Seperti yang dialami Sopiah, salah satu pedagang bakso asal Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung. Menurutnya, dirinya terpaksa tidak bisa berjualan bakso karena gas elpiji 3 Kg yang biasa digunakan untuk usaha jualannya itu, sulit didapatkan. Bahkan, meski dirinya berburu gas dari kios ke kios yang jauh dari tempatnya bermukim, namun juga tetap tidak ada.
"Saya sudah mencari gas elpiji 3 Kg kemana-mana, tapi sama sekali tetap tidak ada. Bahkan, sampai mencari ke tetangga desa, hingga sampai ke Kecamatan Losari, juga tidak ada," ujar Sopiah, Senin 09 April 2012.
Akibat kelangkaan gas elpiji 3 Kg itu, ia mengaku mengalami kerugian yang cukup banyak karena tidak bisa berjualan.
Hal senada dikatakan, Kepala Desa (Kades) Tanjung, Jamal Abdul Kiser. Menurutnya, tidak sedikit warganya yang mengeluh akibat kelangkaan gas LPG 3 Kg itu. Diakuinya, pihaknya juga kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 Kg untuk yang setiap harinya digunakan untuk kebutuhan memasak.
"Kelangkaan gas elpiji 3 Kg ini, sudah berlangsung nyaris sepekan lebih. Dan sampai saat ini belum ada informasi resmi dari distributor terkait penyebab kelangkaan gas elpiji 3 Kg ini," ungkapnya.