Tersangka pembunuh pelajar SMK (kiri) saat doperiksa petugas Polres Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Naas benar nasib Entus Bagus Sanjaya (18). Sudah sepeda moternya dirampas, pelajar sebuah SMK di Brebes, warga Desa Pulosari, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, dibunuh dan mayatnya dibuang di Sungai Pemali, Sabtu 07 April 2012.
Saat ditemukan mayat pelajar yang mengapung di Sungai Pemali, masuk wilayah Desa Tengki, Kecamatan Brebes itu, dalam kondisi mengenaskan dengan luka di kepala bagian depan dan samping.
Orang yang menjadi tersangka pembunuhan itu adalah Solim (50) yang tak lain tetangga korban. Solim ditangkap polisi beberapa jam setelah kejadian. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Honda Vario E-5288-RG milik korban yang dirampas.
Dikatakan Kapolres Brebes, AKBP Kif Aminanto SIK SH MH melalui Kasat Reskrim AKP Sugeng SH MH, kasus pembunuhan itu terbongkar berawal dari warga yang digegerkan adanya penemuan mayat di Sunga Pemali. Mayat itu diketahui sebagai korban pembunuhan, dan diperkuat adanya warga yang mengaku sebagai anggota keluarganya.
"Dari bukti-bukti itu, kami mengembangkan dan berhasil menangkap tersangka di rumahnya," ujar Sugeng.
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka membunuh korban dengan modus ingin menguasai motornya. Korban awalnya berjanjian dengan tersangka pergi ke suatu tempat. Namun ditengah perjalanan, korban dihabisi dengan cara dipukul di kepala bagian belakang dan samping sampai pingsang. Setelah itu, tubuh korban dibuang ke Sungai Pemali yang akhirnya ditemukan warga.
Ditambahkan Sugeng, pemeriksaan terhadap tersangka masih terus dilakukan, dan mayat korban sudah dioutopsi.
Saat disidik petugas Polres Brebes, Solim (50) mengaku membunuh korban karena tidak punya uang dan berniat merampok motornya. Korban pertama kali dipukul di kepala hingga terjatuh, kemudian diinjak berkali kali hingga pingsan. Setelah itu, tubuh korban dibuang ke sungai dan motornya dibawa kabur.
"Motor saya jual Rp 2,5 juta, tetapi baru dibayar Rp 300.000. Uangnya sudah habis buat makan," ujar Solim.