Sabtu, 07/04/2012, 02:06:03
Dewi: Jokowi Jaminan Pejabat Bersih dan Melayani
GHJay-SL. Gaharu & Riyanto Jayeng

Jokowi (kanan) bersama Dewi Aryani saat Deklarasi Gerakan Birokrasi Bersih dan Melayani beberapa waktu lalu (Foto: Dok)

PanturaNews (Jakarta) - Calon Gubernur DKI Jakarta, Jowo Widodo lebih dikenal dengan nama julukan Jokowi yang diusung PDI Perjuangan, adalah jaminan pejabat yang bersih serta mementingkan pelayanan kepada masyarakatnya.

Pasalnya, Jokowi yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pemilukada DKI Jakarta 11 Juli 2012 mendatang, adalah deklarator Gerakan Birokrasi Bersih dan Melayani (BBM) yang dilaksanakan Yayasan KAKI dan Departemen Administrasi Fisip Universitas Indonesia (UI).

Demikian dikatakan Duta UI untuk Reformasi Birokrasi Indonesia, Dewi Aryani, M.Si kepada PanturaNews, Sabtu 07 April 2012 siang. "Pak Jokowi menjadi deklarator Gerakan Birokrasi Bersih dan Melayani yang di laksanakan oleh Yayasan KAKI dan Departemen Administrasi Fisip UI, 08 Desember 2011 lalu," ujarnya.

Menurut Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan ini, Jokowi - Ahok adalah pasangan calon dari daerah yang menjadi jaminan pejabat yang akan menerapkan Birokrasi Bersih dan Melayani.

"Dalam mengelola DKI Jakarta, harus dimulai dari mental dan mindset pemimpinnya dulu. Gubernur dan Wakil Gubbernur mendatang wajib menerapkan BBM. Dengan begitu akan tercipta good governance, dan selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan melayani rakyat dengan hati nurani," tutur kandidat Doktor administrasi dan kebijakan publik Universitas Indonesia (UI) ini.

Ditegaskan Dewi, tantangan yang harus segera dibereskan di DKI Jakarta, harus ditangani pemimpin yang jujur dalam sikap dan tindakan serta cerdas dalam mengolah masalah, dan memberikan solusi terbaik untuk masalah publik. “Pasangan Jokowi-Ahok, adalah sosok yang tepat,” katanya.

Kondisi banjir di berbagai wilayah DKI Jakarta, lanjut Dewi, kemacetan yang kian parah, pelayanan dan infrastruktur publik yang parah, menjadikan Jakarta bukan lagi ibu kota idola rakyat. Segala masalah tumplek-blek di Jakarta.

"Ingar-bingar gerakan bisnis, pendidikan hingga hiburan dan budaya, tertutup semua karena situasi Jakarta tak pernah nyaman lagi. Gebrakan radikal dalam mengelola DKI harus dimulai dari mental dan mindset gubernurnya," tandasnya.

Diketahui, Ir. Joko Widodo yang lebih dikenal dengan nama julukan Jokowi, adalah Walikota Surakarta (Solo) untuk dua kali masa bakti 2005-2015. Ketika mencalonkan diri sebagai walikota, banyak yang meragukan kemampuan pria yang berprofesi sebagai pedagang mebel rumah dan taman ini.

Namun setahun setelah ia memimpin, banyak gebrakan progresif dilakukan olehnya. Ia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya. Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita