Sabtu, 07/04/2012, 09:21:43
Lomba Baca Puisi Warga Terminal Bus Mengagumkan
SL-SL Gaharu

Yessy Gusman menyerahkan tropy dan hadiah kepada Juara I Lomba Baca Puisi di Terminal bus Tegal (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Ini pertama kali terjadi di Indonesia, bahkan, mungkin di dunia! Mengagumkan, dan membuat siapapun yang melihat akan terkesima dan berdecak. Betapa tidak? Orang-orang yang rutinitasnya dalam lingkaran hiruk-pikuk kerasnya kehidupan terminal bus, ternyata mampu tampil sebagai peserta lomba baca puisi. Luar biasa dan unik.

Keunikan itupun membuat seorang Yasmine Yuliantina Yessy Gusman, SH, MBA yang akrab disapa Bunda Yessy ini, menyempatkan datang pada pengumuman dan penyerahan hadiah pemenang lomba di Terminal Bus Tegal, Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat 06 April 2012 sore.

Lomba Baca Puisi Berbasis Budaya Lokal TBM Publik Sakila Kerti di Terminal Bus, Kota Tegal, diikuti 90 orang pekerja di terminal bus terdiri pedagang asongan, tukang semir, loper Koran, kernet bus dan lainnya. Mereka diberi lima pilihan puisi karya Yasmine Yessy Gusman; Kebersihan, Lanang Setiawan; Nggayuh, Yono Daryono; Kunang Kunang, Ondol-Ondol Indil-Indil dan Tukang Semir Sepatu, Rabu 04 April 2012 siang.

Sebelum pengumuman pemenang, Yessy Gusman yang dikenal sebagai bintang film terkenal di era akhir tahun 1970-an sampai 1980-an, membacakan puisi karanganya sendiri yaitu Kebersihan. Yessy yang berprinsip bahwa hidup untuk memberikan manfaat kepada sesama ini, mampu membuat suasana terminal menjadi cair.

“Saya sangat kagum dengan para warga terminal bus Tegal, yang ternyata mampu juga membaca puisi,” katanya usai membaca puisi.

Sementara Ketua Panitia Penyelenggara, DR Yusqon mengatakan, bahwa orang-orang terminal adalah sama seperti lainnya, hanya nasibnya yang berbeda. Karena ada kemauan, mereka pun mampu membacakan puisi. Melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Publik Sakila Kerti, mereka setiap hari belajar dan membaca, berbaur tanpa batas.

“Pendidikan masyarakat begitu indah, karena tak ada batas. Pendidikan masyarakan memberi ruang gerak yang seluas-luasnya. Tak ada perbedaan antara pedagang asongan, tukang semir, tukang sapu dan siapapun,” tutur Yusqon.

Lomba baca puisi ini memperebutkan tropy Yessy Gusman, tropy Kementrian Pendidikan Nasional dan tropy Dinas Pendidikan Kota Tegal. Untuk Juara I disediakan hadiah uang sebesar Rp 1,250 juta, Juara II Rp 1 juta, Juara III Rp 750 ribu, Juara IV Rp 500 ribu dan Juara V Rp 250 ribu. Untuk 2 Juara Favorit disediakan masing-masing Rp 250 ribu, serta sembako.

Dewan juri yang dihadirkan dalam lomba baca puisi kali ini adalah Yono Daryono (Budayawan), Nuryanto Aji (Wartawan), Helvi (Pelaku kesenian) dan Nur Setiawati (Pendidik).

Keluar sebagai Juara I Lomba Baca Puisi Berbasis Budaya Lokal TBM Publik Sakila Kerti adalah Sutrisno (kernet bus), Juara II Bambang Santoso Wijaya (pedagang asongan resoles), Juara III Fitri (penjual minuman), Juara IV Wahyono (tukang semir sepatu), Juara V Darsono (pedagang asongan tahu goreng), Juara Favorit Ali Sodikin (penjual minuman) dan Zaenab (penjual tiket) yang berusia 78 tahun.

Penampilan warga terminal baca puisi, dapat dibaca pada bertita berjudul “Pedagang Asongan Baca Puisi Tegalan, Luar Biasa!” yang ditayangkan PanturaNews pada Rabu 04 April 2012.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita