Rusmono hanya bisa melihat ke luar dari lubang di dinding kamarnya (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Percaya atau tidak, Rusmono (51), pria asal warga Desa Tegalglagah RT 02 RW 02, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang mengalami gangguan jiwa, namun anehnya bisa mengetahui segala informasi mengenai perkembangan dunia luar. Termasuk mengenai Pemilu Kepala Daerah (Pemiulkada) Kabupaten Brebes.
Bahkan, ia juga mengetahui perkembangan harga bawang dan pergolakan petani bawang yang resah karena bawang impor. Padahal, anak pasangan Janudin (70) dan Sarilah (68) ini, dikurung di kamar rumahnya selama 15 tahun. Selama dikurung itu, ia tidak pernah melihat televisi maupun membaca koran.
Begitu juga, berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain pun sangat jarang. Ia selama ini hanya berkomunikasi dengan anggota keluargannya. Komunikasi itu pun hanya bisa dilakukan melalui lubang kamar berbentuk segi empat dengan ukuran 20 cm x 20 cm, yang sengaja dibuat di dinding kamarnya.
Saat ditanya wartawan seputar kapan pelaksaan Pemilukada Brebes, Rusmono langsung bisa menjawabnya kalau pesat demokrasi rakyat itu akan digelar pada bulan Oktober 2012 mendatang.
"Kalau calon-calon yang akan maju itu, diantaranya ada Pak Agung, Pak Kartomo dan Ibu Idza," kata Rusmono, Kamis 23 Februari 2012.
Tukhayah (28), adik Rusmono menceritakan, sebelum mengalami gangguan jiwa, kakaknya bekerja sebagai petani dan pedagang bawang. Ia juga mempunyai istri. Kakaknya itu, terbilang orang yang perhatian terhadap keluarga. Apa yang dibutuhkan adik-adiknya selalu berusaha dipenuhi.
"Orangnya sebenarnya sayang dan perhatian. Kami sekarang hanya berharap Rusmono bisa sembuh," harapnya.
Sementara, Sarilah (68), ibu Rusmono saat dikonfirmasi, mengaku dirinya tidak tahu kenapa anaknya yang mengalami gangguan jiwa itu, tahu banyak perkembangan dunia luar, khususnya di Brebes.
"Padahal sudah 15 tahun anak saya terpaksa dikurung di kamar. Ini karena keluarga khawatir terhadap penyakitnya. Anak saya sering mengamuk dan merusak," ujarnya.
Sarilah menuturkan, penyakit gangguan jiwa anaknya itu diderita sejak tahun 1976 lalu. Itu berawal karena anaknya kesurupan, setelah itu mengalami gangguan jiwa. Sebelum dikurung, anaknya kerap sekali mengamuk dan merusak barang milik orang lain. Bahkan, keluarga terpaksa harus mengganti sejumlah mobil dan sepeda motor yang dirusaknya. Padahal penghasilan keluarga hanya sebagai petani bawang merah.
"Rusmono ini anak pertama dari 13 bersaudara. Kami sebelumnya sudah mengobati penyakitnya ke mana-mana, tapi tak sembuh juga. Kami juga sudah membawanya berobat ke rumah sakit jiwa di Magelang, tapi juga belum ada hasilnya. Sudah 18 tahun kami berusaha mengobati, tetapi tidak ada perubahan," tuturnya.
Munurut dia, semua aktivitas dilakukan anaknya di dalam kamar, baik mandi maupun buang hajat. Untuk kebutuhan itu, keluarga membuatkan kamar mandi dan WC di dalam kamarnya.
"Kami terpaksa mengurung karena kami takut Rusmono hilang akibat penyakitnya. Kalau kumpul dengan keluarga, lebih bisa terawat. Mau makan enak juga bisa dimasakkan," ungkapnya.