Selasa, 21/02/2012, 06:20:04
Tak Berijin, Baliho Balon Bupati Terancam Dicopot
TK-Takwo Heriyanto

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Meski masih menjadi bakal calon (balon) bupati maupun wakil bupati (wabup), namun mereka sudah mulai perang baliho dan spanduk menjelang Pemilukada Brebes yang akan digelar pada 07 Oktober 2012. Padahal secara etika tidak dibenarkan, lantaran belum masuk pada tahapan kampanye, yakni penetapan calon.

Ada balon yang secara terbuka menyatakan sebagai calon, memajang baliho dengan gambar dirinya serta memajang partai pendukungnya. Namun alasan para balon, pemasangan baliho itu bertujuan hanya untuk pengenalan, minimal ingin dikenal. Sebab kalau tidak pasang baliho, mereka tidak akan dikenal.

Sayangnya, informasi yang berhasil dihimpun PanturaNews dari Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Brebes, menyebutkan pemasangan baliho para balon yang ditemukan hampir diseluruh pelosok desa sampai di sepanjang jalur pantura Brebes ini, diduga belum mengantongi ijinnya.

Karena itu pihak Satpol PP Pemkab Brebes, secara tegas akan menyurati kepada balon yang bersangkutan. Jika memang terbukti belum mengantongi ijin, maka baliho-baliho tersebut akan dicopot.

"Kami secara tegas, akan menyurati kandidat-kandidat yang memasang baliho pencalonan yang diduga belum punya ijin dari pihak KPPT," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Brebes, Edi Sudarmanto SIP, Selasa 21 Februari 2012.

Sementara soal pemasangan baliho, Asisten I Setda Brebes, Drs. H. M. Supriyono punya alasan sendiri. Menurutnya, meski dirinya juga sebagai bakal calon wabup lewat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, namun tidak ikut-ikutan untuk memasang baliho pencalonan.

"Saya serius mencalonkan diri sebagai wabup lewat PDI Perjuangan. Tapi lihat etika dong. Kalau saya pasang baliho, nanti dikira sengaja ingin bersaing dengan calon incumbent. Kecuali kalau saya memang sudah pensiun, mungkin akan bisa sosialisasi pencalonan lewat pemasangan baliho maupun spanduk," ujarnya.

Tapi sebenarnya, lanjut Supriyono, kalau dirinya memasang baliho saat ini juga bisa. Seperti himbauan kepada masyarakat agar waspada terhadap bahaya banjir. "Tapi, ya itu tadi, karena saya masih menjadi pegawai negeri, ya tidak enak dengan calon incumbent," tuturnya.

Terkait dengan berkas pencalonannya yang sudah diverifikasi oleh DPC PDI Perjuangan, pihaknya kini hanya bisa menunggu, menghormati dan taat serta berharap yang terbaik.

"Artinya kalau saya keputusannya terjaring dan diberi rekomendasi, akan memberikan yang terbaik bagi kemaslahatan umat," terangnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita