Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Beredarnya lembaran kuesioner kepada para guru di sejumlah sekolah dasar (SD), diduga digalang untuk kepentingan politik calon bupati jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Brebes yang akan digelar pada 07 Oktober 2012. Pertanyaan pada kuisioner seputar siapa Calon Bupati Brebes yang ideal.
Beredarnya lembaran kuesioner ditemukannya di sejumlah SD di Kecamatan Wanasari dan Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kuisioner diketahui dibawa oleh kepala sekolah, selanjutnya dibagikan kepada para guru untuk mengisinya.
Ketua LSM Agustus Brebes, Kustoro WHY, mengatakan salah satu calon bupati diduga menunggangi Dinas Pendidikan Brebes untuk kepentingan politiknya melalui edaran lembaran kuesioner itu.
"Dari hasil investigasi kami, edaran lembaran kuisioner yang juga diduga beredar di kecamatan lainnya itu, diperkirakan mulai beredar pekan lalu. Sayangnya, tidak diketahui lembaga apa yang tengah melakukan survey, sehingga kepentingannya juga tidak jelas," ujar Kustoro saat dikonfirmasi PanturaNews, Senin 20 Februari 2012 sore.
Ini, kata Kustoro, jelas survey gelap. Dan hasilnya tidak bisa dipertanggung jawabkan. Seharusnya survei itu dilakukan oleh lembaga independen dan profesional untuk hasil yang obyektif.
"Yang penting tidak dengan memobilisasi alat negara, apalagi dunia pendidikan," ungkapnya.
Namun demikian, menurut Kustoro, kuisioner tersebut diketahui dibawa oleh kepala sekolah yang sudah diarahkan oleh masing-masing UPTD Pendidikan Kecamatan. Sehingga diduga survei ini dilakukan oleh Dinas Pendidikan. “Jika itu betul, berarti ada upaya mempolitisasi dunia pendidikan," terangnya.
Sementara, salah satu guru SD di Kecamatan Brebes yang enggan disebutkan identitasnya, saat dikonfirmasi membenarkan adanya edaran lembaran kuisioner. Menurutnya, ia disuruh mengisi form yang berisi sejumlah pertanyaan seputar nama-nama Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Brebes. Form ini dibawa dan dibagikan oleh para kepala sekolah masing-masing.
"Tapi saya tidak tahu untuk kepentingan apa. Saya hanya disuruh menngisi jawaban di lembar formulir itu," ujarnya.
Menurutnya, dalam kuisoner itu, dirinya dan para guru yang lain disuguhi pertanyaan tentang siapa Calon Bupati Brebes yang ideal beserta sejumlah opsi nama-nama kandidat yang sering disebut-sebut akhir ini, termasuk calon incumbent bupati.
"Selain pertanyaan, juga disediakan kolom identitas diri beserta jumlah keluarga," tuturnya.