Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Rumah seorang aktivis LSM Benteng Merah Putih (BMP) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Wowo Sutrisno, di Kelurahan Pasarbatang RT 03 RW 01, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, diserang oleh sekelompok pemuda tak dikenal, Senin 13 Februari 2012 dini hari.
Karena kelompok pemuda tak menemukan orang yang dicari, mereka melampiaskan kemarahannya kepada kerabat Wowo hingga menjadi korban penganiayaan. Dalam insiden tersebut, Ketua RT setempat juga sempat dipukul. Hingga saat ini belum diketahui pasti motif penyerangan tersebut.
Keterangan yang berhasil dihimpun Panturanews, menyebutkan pelaku yang berjumlah tiga orang itu, pertama kali mendatangi rumah Ketua RT 03, Sumartono (43) untuk mencari rumah Wowo sekitar Senin sekitar pukul 01.30 WIB.
"Mereka tengah malam mendobrak pintu rumah saya, kemudian mengacau mencari Wowo katanya mau dibacok-bacok. Kemudian saya tanya, ada urusan apa dengan Wowo. Tapi, mereka malah marah-marah. Kemudian mereka saya antar ke rumah Wowo, tapi ternyata Wowo sedang berada di Jakarta. Di rumah Wowo, mereka hanya ditemui Sukirno (56), Pakde-nya Wowo," tutur Sumartono saat dikonfirmasi, Selasa 14 Februari 2012.
Setelah itu, Sumartono bersama Sukirno, dipukuli hingga melukai rahang. Usai melampiaskan amarahnya mereka kemudian pergi.
"Sepertinya mereka mabuk, saya hanya kenal satu orang yaitu pemuda berinisial GI, karena dia warga saya. Tetapi yang dua lainnya saya tidak kenal, apalagi mereka menggunakan helm jadi tidak begitu jelas wajahnya," uangkap Sumartono.
Dia menmbahkan, hampir seluruh warga di lingkungannya sudah mengetahui tabiat dari G1. Selain dikenal suka mabuk-mabukan, dia juga membuat onar. "Saya juga kasihan sama istrinya yang selalu jadi pelampiasan dia kalau lagi marah-marah," imbuhnya.
Selain memberitahu ke Wowo tentang insiden tersebut, Sumartono juga mengaku sudah melaporkan kepada atasannya. Dan kini kasusnya tengah diupayakan proses mediasi perdamaian. Namun para pelaku hingga kini tidak berada di rumahnya.
Sementara itu, Wowo mengatakan, setelah mendapat laporan dari orang rumah, dirinya langsung pulang dari Jakarta. Namun saat akan mengklarifikasi persoalan itu, mereka tidak diketahui keberadaanya. Padahal, menurutnya, selama ini hubungan dirinya dengan para pelaku baik-baik saja.
"Saya juga akan klarifikasi tapi dikatanya mereka kabur. Mungkin dia marah karena saya memang sering melerai saat ada pertengkeran antara G1 dengan istrinya. Saya kasihan karena itu sudah menjurus ke KDRT. Ya, mungkin motifnya itu," tutur Wowo menduga-duga.
Atas insiden itu, Wowo mengaku akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Sebab, selain telah melakukan penganiayaan, mereka juga sudah mengancam jiwanya.