Senin, 13/02/2012, 08:55:04
Bedah Buku Cerita Rakyat Puspanegara Pelopor Perjuangan
TK-Takwo Heriyanto

Bedah Puspanegara Pelopor Perjuangan Rakyat Brebes di kantor Dewan Pendidikan Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Ki Haji Muhammad Sudarno, selama enam tahun akhirnya berhasil membuat buku cerita rakyat berjudul ‘Puspanegara Pelopor Perjuangan Rakyat Brebes’. Lebih dari menyusun buku, dia ingin menyelematkan khazanah budaya lokal itu untuk warisan generasi mendatang.

"Tidak gampang membuat buku cerita rakyat berjudul Puspanegara Pelopor Perjuangan Rakyat Brebes ini. Sebab, selain kuat dengan godaan mistis, di tengah keterbatasan pengelihatan saya juga harus berpetualang ke berbaragi daerah menghimpun cerita rakyat itu," ujar Ki Sudarno saat membedah bukunya itu di kantor Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes, Senin 13 Februari 2012.

Dia mengakui, buku yang disusunnya itu belum diyakini 100 persen sesuai dengan fakta sesungguhnya. Cerita rakyat adalah cerita yang tumbuh dan berkembang dari masyarakat untuk masyarakat. Sehingga, muatannya hanya seputar folklore atau hiestografi, dongeng, legenda, sage dan bahkan mitos.

"Saya akui buku ini bukan buku ilmiah, sehingga saya berharap materinya bisa ditindaklanjuti oleh para sejarawan untuk melacak kebenarannya melalui prosedur ilmiah. Buku ini hanya sekedar ekspresi seni," terangnya.

Menurut Ki Sudarno, buku cerita rakyat itu didedikasikan untuk masyarakat Brebes. Memuat banyak cerita rakyat dari mulut ke mulut dengan susah payah. "Ya, karena menulis buku dengan mencantumkan tokoh mistis juga berpengaruh terhadap gangguan ghaib dalam penyusunan buku ini," ungkapnya.

Sementara Drs Sukirman, akademisi yang didaulat oleh moderator acara Wijanarto SPd sebagai pembanding menilai, buku karya Ki Sudarno itu secara kaidah ilmiah bisa disebut sebagai karya ilmiah karena ada prosedur studi ilmiah.

Seperti, menghimpun data dari berbagai sumber meski dari mulut ke mulut hingga menjadi cerita rakyat. Begitu juga ada proses wawancara yang terdokumentasi serta dilengkapi dengan data otentik. Tapi disisi lain bisa jadi tidak ilmiah karena sumbernya tidak akurat seperti adanya perubahan dalam penyebutan sebuah istilah tertentu.

"Tapi secara umum, segi bahasa bagus, pesan materinya juga bisa terpsampaikan dengan baik," ujarnya.

Sekedar diketahui, buku Puspanegara Pelopor Perjuangan Rakyat Brebes itu dirintis sejak 18 Januari 2006. Judul awalnya adalah Legenda Jaka Poleng, namun terganjal pada pengajuan hak cipta, buku sejenis sudah di cetak di Kediri Jawa Timur.

Buku karya Ki Sudarno dibiayai secara mandiri dengan penerbit CV Ar-rahman Surakarta berisi 23 cerita rakyat Brebes, antara lain, Jaka Poleng, lahir diangkat menjadi senopati hingga cerita memakan telur dan menelan batu. Ada juga, kisah Nyi Gede Roro Kidul, pembangkangan Bupati Pusponegoro terhadap Mataram, Harimau Putih dari Brebes, Perang Margalunyu, Mbah Rubi dan sebagainya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita