Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Para petani di Desa Bajangan, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengeluhkan ulah kerbau-kerbau liar yang sampai saat ini masih merusak areal lahan pertaniannya. Sehingga ketika dihitung dengan kerusakan tanaman jenis palawija lain di luar jagung, kerugian yang dialaminya mencapai lebih dari Rp 100 juta.
Padahal ulah kerbau liar milik warga Desa Pamedaran, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes yang merusak puluhan hektar tanaman milik petani Desa Bajangan ini, persoalannya sudah dapat diatasi dengan baik.
Yakni dengan jalan musyawarah mufakat antara kedua desa pada November 2011. Namun, sampai saat ini justru ulah kerbau liar tersebut masih saja terjadi, sehingga menjadi musuh utama petani karena sering menyebabkan gagal panen.
“Kami benar-benar kesal kerbau liar ini sudah selama 30 tahun sengaja diliarkan oleh pemiliknya,” kata Edi Supriyanto, petani Desa Banjangan saat mengadu ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Selasa 31 Januari 2012.
Atas persoalan itu, dia bersama sejumlah perwakilan petani asal desanya, meminta agar Pemkab turun tangan menertibkan keberadaan kerbau yang selama ini sengaja dibiarkan hidup secara liar di hutan.
Menurut dia, ulah kerbau liar ini telah menimbulkan kerugian petani hingga ratusan juta. “Tanaman kami rusak khsususnya lahan jagung yang nilainya mencapai Rp 80 juta,” ujar Supriyanto.
Menyikapi persoalan yang tak kunjung selesai itu, Asisten 1 Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Drs. H. M. Supriyono, usai menemui petani menyatakan siap menindak lanjuti keluhan untuk menyelesaikan persolan kerbau liar ini.
“Namun akan dibahas dengan instansi terkait dan dinas peternakan pertanian,” terang Supriyono.
Asisten I mengakui ulah kerbau ini bisa menimbulkan persoalan social, antara petani dan pemilik kerbau yang berbeda desa. “Yang jelas kami damaikan dan untuk menemukan alternatif mengelola kerbau agar tak menganggu,” katanya.
Berdasarkan keterangan yang ia himpun, keberadaan kerbau ini sengaja dibiarkan hidup liar di kawasan hutan yang dekat dengan Desa Bajangan. Namun kerbau ini turun ke areal pertanian ketika hutan mulai menyempit.