Habib Luthfiy saat menyampaikan mauidlatul khasanah Brebes Bersholawat di Simpang Empat Saditan Baru Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Ketua Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh An Nahdliyyah (Jatman), Habib Muhammad Luthfiy bin Ali bin Hasyim bin Yahya, menegaskan merah putih bukan hanya sekadar warna dari bendera Indonesia. Tetapi memiliki makna yang tinggi bagi kebanggaan dan kewibawaan bangsa, maka wajib hukumnya untuk dihormati.
”Kalau tidak mau hormat kepada Bendera Merah Putih, silahkan enyah dari Indonesia,” tandas Habib Muhammad Luthfiy saat menyampaikan mauidlatul khasanah Brebes Bersholawat di Simpang Empat Saditan Baru Brebes, Minggu 29 Januari 2012 malam.
Fanatisme terhadap Indonesia, lanjutnya, mutlak dimiliki oleh segenap umat Islam Indonesia. Jangan hanya janji yang diucapkan, tetapi buktikan kalau jiwa dan raga kita rela dikorbankan untuk Indonesia.
”Sangat aneh kalau hormat bendera merah putih dikatakan musyrik, syirik. Mereka tidak mengerti makna musyrik dan syirik, artinya perlu memperdalam lagi belajar ilmu agama,” ujar Habib.
Terpisah, di pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW di pesantren Assalafiyah Luwungragi, Bulakamba, Habib mengajak peran serta generasi muda, baik dalam peneguhan NKRI maupun pengembangan intelektual dan moral.
"Kita belum sadar, kalau laut yang begitu luas mengandung sikap dan sifat yang bersahaja dan tetap teguh pada pendirian, tak tergoyahkan. Kendati laut dikirimi air tawar dari berbagai anak sungai, tetapi tetap saja terasa asin," ujarnya.
Begitupun dengan ikan, lanjut Habib Lutfi, meski hidup di laut yang berair asin, tetapi tetap saja ikan tidak terasa asin bila dimakan, kecuali kalau kita kasih garam. ”Peneguhan pendirian mutlak diperlukan, tidak berarti kolot dan mementingkan diri sendiri. Tetapi sebagai tekad mempertahankan prinsip dan ketetapan Allah SWT,” terangnya.
Kerusakan lingkungan dengan menelantarkan tanaman mangrove (bakau), akan membuat banjir rob. Padahal, fungsi pohon bakau disamping akan menstabilkan ekosistem biota pantai, juga akan melestarikan kehidupan pantai beserta nelayan.
Sementara Bupati Brebes, H Agung Widyantoro SH MSi menyampaikan sambutan pentingnya peneguhan hati. Sebagai warga negara yang baik, dia mengingatkan kalau pada bulan Oktober 2012 bakal digelar Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Brebes. Untuk itu, dia menghimbau kepada warga masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan cerdas.
Dikandung maksud, tidak mudah diiming-imingi dan jangan takut diamang-amangi. Jangan tergiur dengan iming-iming duit 5 ribu perak sampai 50 ribu perak, kalau ternyata menyengsarakan untuk 5 tahun lamanya.
Begitupun, tidak perlu takut dengan amang-amang. Jangan takut dengan intimidasi dan teror dalam menentukan pilihan hati nuraninya. ”Aja wedi gedor-gedor lawange kon milih sing dudu pilihane dewek,” tandas Agung.
Bupati menyarankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. Dengan modal persatuan, kedamaian, kondusifitas akan menjadi modal pembangunan daerah. ”Mari kita bersatu padu, walau berbeda warna,” ajaknya.