Gelar Malam Budaya Rakyat Merdeka 2012 di Jakarta yang mengusung tema 'Papua Kita' menampilkan berbagai aspek kehidupan rakyat Papua.
PanturaNews (Jakarta) - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI yang sekaligus Duta Universitas Indonesia untuk Reformasi Birokrasi, Dewi Aryani, M.Si, menegaskan, birokrasi merupakan pangkal masalah dari timbulnya gerakan protes sosial. Jika tidak segera ditangani, maka birokrasi yang tidak bersih, cenderung dapat memicu timbulnya aksi revolusi sosial.
Hal itu disampaikan Dewi Aryani, kandidat Doktor Administrasi dan Kebijakan Publik Bidang Energi Universitas Indonesia (UI), di sela-sela acara Malam Budaya Rakyat Merdeka 2012, Jakarta, Minggu 29 Januari 2012 malam.
“Jangan sampai revolusi sosial terjadi karena birokrat tidak menyadari situasi birokrasi yang sudah genting. Maka, solusi satu-satunya adalah dengan segera melakukan reformasi birokrasi. Saat ini NKRI sangat merlukan sosok yngg bersih, bisa dan mampu memberikan spirit dan contoh dalam reformasi birokrasi,” kata Dewi yang sekaligis menjadi utusan dalam pengembangan ilmu dan kebijakan publik.
Pada kesempatan itu, Dewi mengusulkan kepada Gelar Malam Budaya Rakyat Merdeka 2012, agar dalam gelar acara di tahun mendatang lebih banyak mengakomodasi award untuk kalangan perempuan. Pasalnya, banyak perempuan hebat di Indonesia, namun kurang mendapat dukungan dari banyak media massa untuk dimunculkan.
“Rakyat Merdeka harus bisa memberi sedikit ruang bagi perempuan Indonesia. Atau saya mengusulkan supaya makin berwarna, jika mulai tahun depan ada award untuk kategori man or woman of the year for bureaucratic reform commitment,” ujarnya.
Gelar Malam Budaya Rakyat Merdeka 2012 yang mengusung tema 'Papua Kita' dinilainya sangat bermakna. Sangat kental menampilkan berbagai aspek kehidupan rakyat Papua melalui pameran foto, atraksi pahat warga Papua hingga hiburan dan keramahtamahan dalam balutan budaya Papua.
"Saya sangat merasakan nafas Papua dalam acara ini. Namun ada sedikit kritik konstruktif untuk sahabat saya Rakyat Merdeka, diharapkan tahun depan bisa lebih banyak mengakomodasi award untuk kalangan perempuan,” tandas Dewi.