Minggu, 22/01/2012, 07:43:03
Berenang, Sembilan Pelajar Terseret Ombak, Tiga Hilang
SL-SL Gaharu

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Sembilan pelajar asal Desa Tarub, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, tenggelam terseret ombak saat berenang di pantai Desa Larangan, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Minggu 22 Januari 2012 siang.

Pada insiden ini, sembilan pelajar yang sedang mengisi liburan akhir pekan itu, enam berhasil diselamatkan namun tiga diantaranya dalam kondisi kritis, sementara tiga lainnya dinyatakan hilang, dan masih dalam pencarian Tim SAR.

Tiga pelajar yang hilang adalah Wahyu Faizal, siswa SD kelas 6, Gito siswa SD kelas 4 dan Figgur siswa SMP kelas 1. Sedangkan korban selamat yang dilarikan ke rumah sakit yakni Ahmad Setiono siswa SMP kelas 1, Aldi siswa SD kelas 6 dan Riko siswa SD kelas 6.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kejadian berawal saat 12 pelajar yang berasal dari satu desa itu, pergi memancing di pantai Larangan untuk mengisi libur akhir pekan. Usai mincing, sembilan korban langsung berenang di pantai. Selang beberapa menit kemudian muncul ombak besar, dan menyeret sembilan siswa tersebut.

Ahmad Sutiono, korban yang selamat mengatakan, karena libur sekolah dia bersama teman-temannya sepakat untuk pergi memancing di pantai Larangan. Berangkat dari rumah jam 10 pagi. Sesampai di pantai mereka berenang bareng. Selang beberapa menit ombak besar datang dan menyeret.

“Saya berhasil selamat karena ditolong nelayan yang mau berangkat. Tiga teman saya belum ketemu. Sedangkan yang tiga lagi sudah pulang,” ujar Sutiono saat di rumah sakit.

Sementara Edi Suwondo, orang tua salah satu korban yang belum ditemukan mengatakan, dia mengetahui anaknya tenggelam dari teman anaknya yang selamat. Menurut temannya itu, anaknya hilang di laut terseret ombak.

“Padahal saya sudah melarang anak saya pergi ke laut, karena ombaknya sedang besar. Tapi ternyata anak saya berangkat juga untuk memancing,” katanya.

Tim SAR bersama warga terus melakukan pencarian dengan menyisir sepanjang tepi pantai. Tapi Tim SAR mengalami kesulitan pencarian korban hilang, karena ombak sangat besar dan minim peralatan. Namun sekitar pukul 17.30 satu korban berhasil ditemukan sudah tidak bernyawa di tepi pantai.

Semakin sore ombak semakin besar, sehingga Tim SAR memutuskan pencarian korban dihentikan, dan akan dilanjutkan keesokan harinya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita