Minggu, 22/01/2012, 02:46:30
Kampus STAIBN Slawi Gelar Pembekalan Micro Teaching
SL-SL Gaharu

Peserta pembekalan dengan tekun menyimak materi yang disampaikan pembicara (Foto: Hadi Mulyanto)

PanturaNews (Slawi) - Sekolah Tinggi Agama Islam Bakti Negara (STAIBN) Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menggelar Pembekalan Micro Teaching, Sabtu 21 Januari 2012 di Lantai II Kampus Baru STAIBN Jalan Jeruk Nomor 09 Slawi, Kabupaten Tegal. Pembekalan diikuti 175 peserta dari Kabupaten Tegal, Pemalang,  Kota Tegal, dan Brebes.

Menurut juru bicara panitia, Hadi Mulyanto, A.MA, penyelenggaraan Pembekalan Micro Teaching ini diperuntukkan untuk mahasiswa Jurusan Tarbiyah Program Guru  Pendidikan Agama Islam (PG PAI), khususnya mahasiswa semester akhir baik kelas transfer maupun kelas regular. Pada 28 Januari – 1 Pebruari 2012 merka akan melalukan praktek mengajar secara langsung di laboratorium micro teaching milik kampus STAIBN.

”Dengan adanya pelaksanaan Pembekalan Micro Teaching ini, diharapkan bisa menambah khasanah perbendaharaan keilmuan mahasiswa, agar bisa mengaktualisasikan dan mengimplementasikan serta merealisasikan dari teori ke dalam suatu praktek mengajar,” tutur Hadi Mulyanto.

Sebagai pembicara adalah pakar senior pendidikan yaitu Drs Bambang Hermanto, M.S.I . Dalam materinya Bambang menyampaikan bahwa seorang mahasiswa yang nantinya akan terjun sebagai seorang pendidik, maka dirinya harus mengetahui yang namanya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia.

Hadi menjelaskan, KTSP secara yuridis telah diamanatkan oleh PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008, dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) melalui Permendiknas No. 22  dan No. 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP.

Pada prinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI, namun pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri. Standar Isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan di tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan, adapun SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran.

Sementara Ketua STAIBN Slawi, Drs. H. Badrodin, MSi dalam sambutannya yang di sampaikan melalui PK I, Drs. M. Saidin, M.Si, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh mahasiswa yang hadir. Pembekalan merupakan bentuk simulasi pengajaran yang sangat perlu di ketahui seorang mahasiswa calon-calon guru.

Nur Asiyah, salah satu peserta pembekalan mengungkapkan, kegiatan sangat bermanfaat sekali, karena dirinya yang setiap hari bekerja jadi Guru di SD N 02 Kalijambe Tarub ini, jadi paham tentang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

Sedangkan Maeliyah, peserta yang setiap harinya bekerja jadi Guru di SD N 02 Pagerkasih, Bumi Jawa, Kabupaten Tegal ini, dengan mengikuti Pembekalan Micro Teaching, dirinya dapat pengalaman yang berharga karena menjadi tahu bagaimana caranya mengisi dan membuat dari mulai silabus, standar kompetensi, indikator, tujuan pembelajaran, materi ajar hingga penilaian yang sesuai dengan KTSP.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita