Ilustrasi kursus
PanturaNews (Tegal) - Sejumlah pengurus Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HIPPKI) DPC Kota Tegal, Jawa Tengah, mengadu ke DPRD Kota Tegal, Kamis 19 Januari 2012.
Hal itu mereka lakukan karena menilai belum mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal. Pasalnya, Pemkot selama ini belum pernah memberikan bantuan operasional yang sumbernya dari APBD II. Hal itu dikatakan Ketua HIPPKI DPC Kota Tegal, Dr Yusqon.
“Kami ini seperti tidak diperhatikan oleh Pemkot, jujur saja kami minta adanya bantuan anggaran dari APBD Kota Tegal. Sebab selama ini bantuan yang diterima hanya dari Pemprov Jateng,” ujar Yusqon.
Yusqon mengatakan, sebagai lembaga yang mengkoordinir lembaga kursus, sampai saat ini kurang mendapat perhatian dari Pemkot. Oleh karena itu, kedepan pihaknya berharap bisa dilibatkan langsung dalam kegiatan Pemkot dalam meningkatkan pemberdayaan serta adanya bantuan anggaran dari Pemkot.
Menurut Yusqon, kegiatan yang dilakukan HIPPKI sudah cukup di Kota Tegal. Antara lain, mendirikan perpustakaan di terminal dan mengadakan diskusi-diskusi. Dengan kegiatan tersebut bisa mendukung untuk kemajuan Kota Tegal. "Untuk pendanaan, selama ini kami baru mendapat bantuan dari Pemprov Jateng," katanya.
Menanggapi keluhan pengurus HIPPKI, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Tegal, W Edi Susilo SH mengatakan, sesuai dengan laporan, HIPPKI Kota Tegal telah memiliki 40 anggota, yakni LKP yang ada di Kota Tegal. Oleh karena itu, pihaknya sangat mendukung kegiatan yang dilakukan HIPPKI. Sebab, dengan kegiatan tersebut dapat mengarah untuk kemajuan Kota Tegal.
"Kami akan memperjuangkan agar HIPPKI DPC Kota Tegal kedepan bisa mendapat bantuan dari APBD," katanya.
Wasmad menambahkan, aspirasi yang disampaikan akan diusulkan ke Pemkot. Meskipun demikian, pihaknya meminta kepada lembaga tersebut untuk memberikan laporan secara priodik. Sebab bantuan anggaran harus ada tolak ukur kinerjanya secara jelas dan transparan.