Kader PAC yang merasa tidak diundang Musancab ngamuk, sehingga terjadi kericuhan (Foto: Dok/Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Kericuhan yang terjadi pada Musancab delapan PAC PDI Perjuangan Brebes, diduga ada oknum-oknum yang tidak menghendaki adanya pelaksanaan Musancab. Selain itu, juga diduga ada oknum yang mempermainkan surat undangan untuk 8 PAC.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, H. Illia Amin, terkait dengan pembatalan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) 8 PAC, di Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa 17 Januari 2012 karena pada awal pelaksanaan terjadi kericuhan, karena menduga ada oknum yang tidak setuju.
“Kami menduga batalnya Musancab 8 PAC, karena ada oknum-oknum yang tidak setuju untuk dilaksanakan,” tegas H. Illia Amin, saat dikonfirmasi PanturaNews, Rabu 18 Januari 2012, usai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-334 Kabupaten Brebes, di gedung Islamic Center Brebes.
Kendati kegiatan Musancab 8 PAC itu batal dilaksanakan, namun menurut Ketua DPRD Kabupaten Brebes ini, persoalan tersebut akan dikembalikan ke fungsionaris partainya agar dirapatkan.
Rencana kegiatan yang digagas oleh DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah itu, kata Illia Amin, akan ditata ulang untuk diinventarisasi atas permasalahan batalnya pelaksaan Musancab hingga menyebabkan kericuhan.
Diberitakan sebelumnya, 8 PAC yang terdiri dari, Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari, Larangan, Banjarharjo, Bumiayu dan Paguyangan melakukan aksi boikot alias penolakan dilaksanakan Musancab. Mereka memboikot karena tidak mendapat undangan resmi dari panitia pelaksana.
Ketua PAC Wanasari, Nur Radis, saat dikonfirmasi wartawan, mengatakan 8 PAC melakukan aksi penolakan Musancab, karena diakuinya tidak mendapat undangan resmi dari panitia pelaksana.
Pihaknya juga mengaku, tidak pernah diajak musyawarah, sehingga dirinya bersama PAC lainnya itu menolak untuk dilaksanakannya Musancab, karena dinilai illegal dan cacat hukum.
"Kalau DPC tetap akan melaksanakan Musancab, berarti menantang untuk berhadapan dengan hukum," tegasnya.
Sementara Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPC PDI Perjuangan Brebes, Cahrudin, menjelaskan bahwa persoalan kenapa terjadi kekacauan, karena ada oknum yang mempermainkan surat undangan untuk 8 PAC. Jadi karena tidak diundang, sehingga meraka merasa tersinggung.
"Tapi kami akan mencoba menyelusuri kemana hilangnya undangan itu," terang Cahrudin.