Selasa, 17/01/2012, 04:29:53
Ricuh, Musancab Delapan PAC PDI-P Dibatalkan
TK-Takwo Heriyanto

Beberapa kader PAC yang merasa tidak diundang Musancab ngamuk, sehingga pelaksanaan dibatalkan (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Kecewa dan menduga ada permainan politik, sejumlah kader partai mengamuk dan mencabut baliho serta spanduk pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang sudah terpasang. Bahkan puluhan kursi dirusak, termasuk sejumlah meja kaca dipecahkan, dan melakukan pemukulan.

Insiden itu terjadi saat akan digelar Musancab delapan Pengurus Anak Cabang (PAC) yang diselenggarakan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, di Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Selasa 17 Januari 2012, pukul 13.00 WIB.

Pasalnya, dalam pelaksanaan Musancab yang rencananya akan dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah, H. Murdoko ini, diwarnai kericuhan. Delapan PAC yang terdiri dari, Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari, Larangan, Banjarharjo, Bumiayu dan Paguyangan melakukan aksi boikot alias penolakan dilaksanakan Musancab. Mereka memboikot karena tidak mendapat undangan resmi dari panitia pelaksana.

Selain melakukan aksi boikot, mereka yang kecewa dengan adanya dugaan permainan

politik ini, mengamuk dan mencabut baliho serta spanduk pelaksanaan Musancab yang sudah terpasang itu. Bahkan puluhan kursi-kursi yang telah disediakan juga dirusak, termasuk sejumlah meja kaca juga dipecahkan.

Aksi yang dilakukannya itu, juga menjadi tontonan ratusan warga setempat. Situasi semakin memanas, ketika salah satu pengurus dari DPC PDI Perjuangan Brebes, yakni Taufik yang baru tiba di lokasi mencoba untuk melaksanaan Musancab sebelum ada instruksi dari pimpinannya.

Akibatnya, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Brebes itu, menjadi sasaran kemarahan massa. Bukan itu saja, mantan Kepala Desa (Kades) Kertabesuki, Kecamatan Wanasari itu, juga sempat mendapat pukulan dari sejumlah pengurus ranting dan PAC.

Masih kurang puas dengan pukulannya, mereka juga menendangnya. Namun yang bersangkutan tidak sempat melakukan pembalasan atas pukulan dan tendangannya itu, karena sejumlah petugas keamanan dari Polsek Bulakamba langsung melerai dan mengamankan situasi.

Ketua PAC Wanasari, Nur Radis, saat dikonfirmasi wartawan, mengatakan 8 PAC melakukan aksi penolakan Musancab, karena diakuinya tidak mendapat undangan resmi dari panitia pelaksana.

Pihaknya juga mengaku, pelaksanaan Musancab itu, tidak pernah diajak musyawarah, sehingga dirinya bersama PAC lainnya itu menolak untuk dilaksanakannya Musancab karena dinilai illegal dan cacat hukum.

"Kalau DPC tetap akan melaksanakan Musancab, berarti menantang untuk berhadapan dengan hukum," tegasnya.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPC PDI Perjuangan Brebes, Cahrudin, menjelaskan bahwa pelaksanaan Musancab 8 PAC adalah atas instruksi dari DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah.

Persoalan kenapa terjadi kekacauan, menurutnya, karena ada oknum yang mempermainkan surat undangan untuk 8 PAC tersebut. Karena tidak diundang, sehingga meraka merasa tersinggung.

"Tapi kami akan mencoba menyelusuri kemana hilangnya undangan itu. Sehubungan situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan ini, maka pelaksanaan Musancab 8 PAC ditunda terlebih dahulu," terang Cahrudin.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita