Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Akibat diserang berbagai macam hama yang kerap disebut sebagai hama lulup, preketek, tol dan ngosek (inul), puluhan hektar tanaman bawang merah di Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terancam puso atau gagal panen. Kondisi itu diperparah akibat cuaca tidak menentu yang berkepanjangan.
Kastori (30), petani bawang asal Desa Grinting, mengatakan serangan hama itu muncul, diduga akibat kondisi cuaca yang ektrim. Kadang terjadi panas yang luar biasa, tetapi mendadak hujan berkepanjangan. Kondisi itu menyebabkan tanah sulit kering dan cenderung lembab. Sementara, tanaman bawang tidak baik tumbuh di tanah yang terlalu basah. Akibatnya, tanaman sangat rentan diserang hama.
"Awalnya sih bagus-bagus dan segar. Tapi tak lama kemudian seluruh daun kering dan batang busuk," ujarnya.
Menurutnya, kini nasib petani sedang sedih. Sebab di tengah harga bawang yang mulai menanjak, justru terancam tidak bisa menikmati jerih payahnya. Belum lagi, biaya produksi yang telah mereka keluarkan, tidak bisa terbayar dari hasil panen yang buruk.