Senin, 09/01/2012, 04:32:57
Dibanding Proyek Pemerintah, PNPM Hasilnya Lebih Baik
ZM-Zaenal Muttaqin

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Progam Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dirasakan sangat besar manfaatnya bagi masyarakat. Sayangnya, program ini akan berakhir pada tahun 2014 mendatang.

Demikian diungkapkan oleh Wakil Komisi I DPRD Brebes, Jawa Tengah, Ahmad Jazuli saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) bersama komisnya ke Kecamatan Paguyangan, Senin 09 Januari 2012 siang.

"Kualitas pembangunan melalui PNPM sangat bagus, dan banyak memberi manfaat bagi masyarakat," ujar Jazuli.

Menurutnya, kualitas pembangunan melalui program PNPM bisa maksimal. Tingkat partisipasi masyarakat pada program kegiatannya juga sangat tinggi, baik melalui swadaya maupun keikutsertaannya dalam pelaksanaan pembangunannya.

"Dibanding dengan proyek pemerintah yang dikerjakan oleh rekanan, proyek PNPM lebih baik itu karena keterlibatan masyarakat sangat inggi," katanya.

Dikatakan, meski manfaatnya sangat besar PNPM akan segera berakhir pada tahun 2014 mendatang. Karenanya, Pemkab Brebes mulai sekarang harus mempersiapkan untuk program lanjutan. "Tahun 2014 PNPM akan berakhir, Pemkab harus melanjutkannya melalui program yang serupa," tutur Jazuli.

Kelanjutan program perlu dipersiapkan, agar dana PNPM yang saat ini terus bergulir juga tetap bermanfaat bagi masyarakat. "Dana PNPM yang sudah terserap dan ada yang masih bergulir itu jangan sampai mandeg," tandas Jazuli.

Camat Paguyangan, Supriyadi S.Sos yang mendampingi Komisi I melakukan kunker mengatakan, seluruh anggaran PNPM dapat terserap 100 persen di wilayah kecamatannya. Semua proyek pembangunannya juga dapat berjalan dan selesai tepat waktu, kecuali dua kegiatan yang didanai melalui program paska krisis.

"Penyerapan anggarannya bisa 100 persen, baik yang reguler sebesar Rp 3 miliar maupun yang paska krisis sebesar Rp 850 juta," katanya.

Dua kegiatan paska krisis yang belum selesai karena kendala cuaca dan medan. Yakni, pembangunan jalan tembus di Desa Ragatunjung dan proyek instalasi air bersih di Desa Winduaji.

"Ragatunjung pembangunan jalan tembus terkendala oleh curah hujan yang tinggi, juga di Winduaji proyek air bersih terkendala oleh kondisi bukit yang sulit ditembus dengan pipa," kata Supriyadi.

Sementara untuk kegiatan Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPKP) sebesar Rp 2,24 miliar juga bisa berjalan baik dengan tingkat kemacetan sekitar 0,4 persen, atau paling rendah di Kabupaten Brebes.

"Tingkat kemacetan SPKP di Paguyangan peling rendah, hanya 0,4 persen atau Rp 4 juta," ucap Supriyadi.

Kunker Komisi I DPRD Brebes dipimpin langsung oleh ketuanya, Warsudi dan diikuti oleh seluruh anggotanya. Pada kunker dilaksanakan di sebuah rumah makan itu, dihadiri oleh para Kepala Desa dan pengurus UPK Kecamatan Paguyangan.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita