Senin, 09/01/2012, 04:06:18
Eskalator Rusak, Aktifitas di Pasar Pagi Terhambat
JAY-Riyanto Jayeng

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Sejumlah konsumen dan pedagang Pasar Pagi Kota Tegal, Jawa Tengah, mengeluhkan kerusakan ekskalator yang hingga kini tak kunjung ada upaya perbaikan. Pasalnya, akibat eskalator di lantai satu rusak aktifitas jual beli terhambat, sehingga mereka mendesak agar segera ada upaya perbaikan.

Salah seorang konsumen Pasar Pagi, Markonah (45), mengatakan kerusakan eskalator sudah berlangsung lebih dari satu tahun. Seharusnya, Pemkot bisa melakukan penanganan secepatnya, karena hal itu merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

"Akibat eskalator rusak, ketika akan naik maupun turun terpaksa harus melalui tangga," kata Markonah, Senin 09 Januari 2012.

Hal senada juga pernah disampaikan Ketua Paguyuban Pedagang Blok A Pasar Pagi, Nasrudin. Menurut dia, kondisi Pasar Pagi selama ini sudah sangat memprihatinkan. Sebab, eskalator sebagai fasilitas penunjang bagi pedagang maupun masyarakat yang akan berbelanja mengalami kerusakan. Namun, hingga kini tak kunjung ada upaya perbaikan dari Pemkot.

"Karena itu, kami mendesak agar pemkot secepatnya melakukan perbaikan terhadap sejumlah sarana dan prasarana pasar yang mengalami kerusakan," tegasnya.   

Nasrudin mengemukakan, pihaknya juga pernah mengusulkan agar pengelolaan Blok A Pasar Pagi dibentuk Perusda. Dengan demikian, apabila terjadi kerusakan bisa segera dilakukan perbaikan, tanpa harus menunggu anggaran dari Pemkot. Pasalnya, akibat kerusakan tidak segera ditangani menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi para pedagang, selain itu pembeli enggan berbelanja.

Pada pertemuan dengan Komisi II dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Senin 07 Maret 2011 lalu mereka mengeluhkan macetnya 4 unit eskalator (tangga Berjalan) Pasar Pagi dan 5 persoalan lain seperti, soal keamanan, fasilitas air, parkir kendaraan, sewa kios pedagang dan status hukum kasus Pasar Pagi.

Saat itu, Fiqiyah Setiawati, pedagang pakaian batik di lantai 2 blok A Pasar Pagi, sejak 6 bulan terakhir, 4 unit eskalator dibiarkan macet tanpa ada perbaikan. Sedangkan macetnya eskalator itu sangat berdampak terhadap daya jual para pedagang, ksusunya yang berada di lantai atas. Karena, ketika mengetahui eskalatornya macet, konsumen membatalkan niatnya untuk belanja ke lantai atas.

Terkait masalah tersebut Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal, Rachmat Raharjo mengatakan, untuk proses perbaikan kerusakan eskalator sudah dianggarkan dalam ubahan maupun anggaran murni tahun 2012. Karena itu, pihaknya meminta kepada Pemkot untuk memprioritaskan upaya perbaikan, sehingga aktifitas jual beli di Pasar Pagi Kota Tegal kembali lancar.

Sementara itu, Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak sebelumnya menegaskan, untuk perbaikan eskalator di lantai dua ditargetkan selesai akhir Desember 2011. Yakni, dengan anggaran yang disediakan mencapai Rp 400 juta. Sedangkan untuk eskalator di lantai satu proses perbaikan dilakukan pada tahun anggaran berikutnya.   

Ikmal mengatakan, selain masalah tersebut pihaknya juga berkoordinasi dengan Polres Tegal Kota terkait maraknya copet di Pasar Pagi. Sejumlah personel Satpol PP selalu disiagakan dan rencana akan dibantu sejumlah anggota polisi. "Kami berharap dengan upaya ini aktifitas jual beli di Pasar Pagi kembali lancar," ujarnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita