Jumat, 30/12/2011, 07:43:59
Tangani Sampah, Anggaran Rp 1,1 Miliar Digelontorkan
JAY-Riyanto Jayeng

Ilustrasi

PanturaNews (Tegal) - Untuk penanganan masalah sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal melalui APBD tahun anggaran 2012, menggelontorkan anggaran sebesar Rp 1.182.170.000. Sedangkan untuk perpanjangan sewa lahan TPA Muarareja, bakal dianggarkan melalui perubahan APBD 2012 mendatang.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal, Drs HM Nursholeh MMPd, Jumat 30 Desember 2011 mengatakan, sesuai anggaran yang tercantum pada APBD Kota Tegal tahun 2012, untuk penanganan masalah sampah melalui kegiatan penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan persampahan, telah dianggarkan sebesar Rp 1.182.170.000.

Anggaran tersebut antara lain untuk pengadaan dum truk sampah Rp 829.115.000, pengadaan gerobag sampah Rp 37.500.000, pengadaan countainer sampah Rp 82.500.000 dan pembangunan TPS Rp 120.000.000.

"Anggaran tersebut diajukan, karena untuk penanganan masalah sampah. Utamanya soal adanya penumpukan sampah di TPS, yang selalu dikeluhkan masyarakat sekitar," kata Nursholeh.

Menurut Nursholeh, karena anggaran untuk penanganan sampah, yang telah dialokasikan melalui APBD 2012 cukup besar. Maka pihaknya berharap, pada tahun 2012 tidak ada lagi masalah penumpukan sampah di TPA. Karena selama ini kendalanya, karena minimnya armada pengangkut sampah. Pada tahun ini telah diadakan pengadaan armada, sehingga masalah sampah harus sudah terselesaikan.

"Karena pembangunan TPA regional gagal, yang sesuai rencana pembangunan fisiknya dilaksanakan tahun 2011. Maka untuk menangani masalah sampah, Pemkot harus memperpanjang sewa lahan TPA Muarareja. Kalau tidak, maka pada bulan November 2012 Pemkot tak miliki TPA. Sebab sewa lahan TPA Muarareja akan berakhir pada bulan Oktober 2012.  Namun untuk angggaran perpanjangan sewa, akan diajukan melalui perubahan APBD 2012 mendatang," tuturnya.

Ditegaskan Nursholeh, pihaknya tetap mendorong Pemkot untuk merealisasikan TPA regional. TPA Bokong Semar hanya alternatif saja, sehingga Pemkot harus tetap berusaha untuk realisasi TPA regional. Hasil Kunker berbagai daerah, baik Pekalongan, Bandung maupun daerah lainnya mereka bisa mewujudkan pembangunan TPA regional, kenapa Kota Tegal tidak bisa. Sehingga harus dicarikan solusi, agar pembangunan TPA regional harus tetap terlaksana.

"Kami minta Pemkot berdiskusi kembali dengan daerah tetangga, untuk realisasi pembangunan TPA regional," tambahnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kota Tegal, Abdullah Sungkar SE ST, mengungkapkan, TPA regional harus tetap direalisasikan untuk mengatasi masalah sampah. Hal ini karena pertimbangan luas wilayah Kota Tegal, sehingga perlu adanya TPA bersama atau regional bersama daerah-daerah sekitarnya. Pemkot harus berusaha, dan meyakinkan dengan daerah tetangga untuk realisasi pembangunan TPA regional.

"Kami tetap menekankan, agar Pemkot tetap merealisasikan TPA regional," tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita