Wakil Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti meninjau lokasi sawah yang terendam banjir (Foto: Takwo Heriyanto)
Panturanews (Brebes) - Sekitar 30 hektar tanaman bawang merah di Kelurahan Limbangan Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terancam gagal panen akibat terendam banjir luapan Sungai Sigeleng, Kamis 29 Desember 2011 malam.
Kondisi ini diperparah akibat proyek gorong-gorong di sejumlah titik di perkotaan Brebes, sehingga mengkibatkan perkampungan warga kelurahan setempat ikut terendam banjir.
Darjo, salah seorang petani bawang merah warga setempat, mengatakan area persawahannya setiap tahunnya terendam banjir. Tanaman bawang seluas 5 hektar miliknya, terancam gagal panen jika hujan terus terjadi.
"Disamping akibat dari sungai Sigeleng yang meluap, juga rendahnya talud drainase di sepanjang area persawahan, mulai dari Kelurahan Pasarbatang hingga Limbangan Kulon," ujar Darjo disela-sela kunjungan Wakil Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti yang meninjau lokasi tersebut, Jumat 30 Desember 2011.
Menurutnya, petani bawang lainnya juga terencam gagal panen bila hujan terus-menerus terjadi. "Kami terus terang takut akan banjir lagi. Sebab, modal yang diperuntukan bagi tanaman bawang sebesar Rp 40 juta untuk 5 hektar, akan merugi kalau gagal panen," terang didampingi Duladi warga setempat.
Ia menambahkan, diperkampungannya juga banyak rumah-rumah yang terendam banjir. Itu disebabkan proyek gorong-gorong yang tidak terdapat saluran airnya.
Mendengar keluhan tersebut, Wakil Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti mengatakan akan segera melakukan koordinasi dengan dinas-dinas terkait, seperti Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pengairan maupun Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes, untuk mengatasi persoalan tersebut.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Brebes, Ir. Daryono, mengatakan area persawahan yang tanamannya terendam banjir akan masuk dalam laporan Direktorat Perlindungan Tanaman.
"Apakah ada pemberian bantuan berupa tanaman, bibit atau lainnya termasuk sarana dan prasarana, prosedurnya akan kami dalami dahulu," tuturnya.