Mendikbud tandatangani prasasti peresmian Kampus Politeknik Negeri Bengkalis (Foto: Arif)
PanturaNews (Jakarta) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh, meresmikan Politeknik Negeri Bengkalis di Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin 26 Desember 2011. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pembukaan papan nama di halaman Kampus Politeknik Negeri Bengkalis.
Acara ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangka memperbanyak jumlah politeknik atau perguruan tinggi di daerah perbatasan sebagai center of excellence. Mendikbud juga meresmikan Universitas Maritim Raja Alihaji di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa berusia produktif, dalam menyongsing 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2045. "Pada saat itu bangsa Indonesia memiliki bonus demografi usia produktif. Kita harus memanfaatkannya," tegas Nuh dalam pidatonya saat peresmian Politeknik Bengkalis, Riau.
Menurut Mendikbud, hal yang terpenting adalah masih punya harapan untuk memperbaiki kondisi Indonesia ke arah yang lebih baik. “Selanjutnya kebijakan nasional dimulai dari PAUD, kita siapkan generasi sedari kecil untuk membangun bangsa ini. Kita berantas ketidakadilan, korupsi dan lainnya," ujar Nuh.
Sebagai bangsa besar masyarakat Indonesia harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Peran pendidikan untuk mendongkrak rasa kepercayaan diri dinilai sangat penting. "Terutama bagi Bengkalis yang ingin menjadi kota pendidikan nasional," katanya.
Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Bengkalis memiliki peranan penting sebagai garda terdepan keutuhan NKRI. Selain di Bengkalis, pendirian sarana pendidikan juga dilakukan di daerah perbatasan lainnya seperti di Merauke, Bangka Belitung, Sangihe, dan lainnya.
"Intinya di daerah perbatasan harus dijadikan pusat unggulan pendidikan. Seharusnya bukan kita yang tertarik untuk bersekolah di negara tetangga, tetapi mereka yang harusnya datang ke Indonesia," kata Nuh.
Nuh berharap agar Politeknik Bengkalis untuk tidak mengeluarkan mahasiswanya, jika ada yang tidak mampu membayar biaya kuliah. Sesuai dengan PP 66 Tahun 2010, setiap perguruan tinggi wajib menerima 20% mahasiswa yang tidak mampu.
"Manfaatkan juga beasiswa Bidik Misi. Kita ingin memotong mata rantai kemiskinan melalui pendidikan, karena pendidikanlah yang mampu mengangkat harkat dan martabat manusia," tutur Nuh.
Sementara Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh, mengatakan pemerintah daerah Bengkalis menyambut baik peresmian Politeknik Bengkalis. Kehadiran Politeknik Bengkalis dinilai penting dalam menunjang ambisi Bengkalis menjadi pusat pendidikan nasional.
"Berdirinya Politeknik Bengkalis diharapkan semakin membuka kesempatan bagi putra-putri Bengkalis yang ingin mengecap pendidikan hingga jenjang tertinggi," kata Herliyan.
Kiriman Humas Kemendikbud, Arif Budiman.