Selasa, 27/12/2011, 07:11:54
Pesta Kembang Api Tahun Baru Tetap Dilaksanakan
JAY-Riyanto Jayeng

Pihak penyelenggara pesta kembang api malam tahun baru berdebat dengan pihak yayasan Masjid Agung dalam menentukan lokasi (Foto: Riyanto Jayeng)

PanturaNews (Tegal) - Setelah melalui perdebatan sengit antara tim penyelenggara dengan Wakil Walikota Tegal, H Habib Ali Zaenal Abidin, SE, akhirnya rencana pesta kembang api dan pegelaran musik menyambut datangnya Tahun Baru 2012 yang diselenggarakan oleh Nirmala Enterprise dengan dukungan sponsor PT Djarum Kudus di kawasan Alun-alun Kota Tegal, Jawa Tengah, tetap disetujui untuk dilaksanakan.

Hanya saja, lokasinya bergeser dari semula direncanakan di lingkar Alun-alun bagian selatan timur, kini beralih di lingkar Alun-alun bagian utara-timur, persisnya di depan kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Demikian hasil pantauan PanturaNews dari pertemuan antara Nirmala Enterprise, Hartono Santoso bersama timnya dengan pengurus Yayasan Masjid Agung, Drs. Abdul Hayyi, tokoh agama Islam, Ustad Sugiarto, staff perijinan BPPT, Heru Setyawan, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata, Ir HM Wahyudi yang difasilitasi Wakil Walikota Tegal, H Habib Ali Zaenal Abidin SE di ruangan Wakil Walikota Tegal, Selasa 27 Desember 2011.

Sebelumnya, Nirmala Enterprise sudah menentukan lokasi keramaian pegelaran musik dan pesta kembang api di lingkar Alun-alun sebelah selatan, tepatnya Jalan KH Wakhid Hasyim. Penentuan lokasi berdasarkan surat rekomendasi dari BPPT itu berada di pojok timur selatan lingkar Alun-alun. Namun penentuan lokasi itu mendapat tentangan dari Wakil Walikota, dengan alasan masih dekat dengan lokasi tempat ibadah, Masjid Agung.

Habib Ali menyarankan agar lokasinya digeser sedikit lebih ke timur, persisnya tepat di depan toko swalayan. Namun saran itu ditolak oleh even organizer dengan alasan lokasinya terlalu sempit, dan bisa menyebabkan kemacetan serta kesemrawutan lalulintas jika penonton membludak.

“Kalau penyelenggara masih bersikeras untuk menggunakan lokasi yang dipilihnya, maka kami tidak akan bertanggungjawab jika nanti digerudug massa dari komponen santri pengajian yang menolak. Maklum saja, lokasinya masih terlalu dekat dengan area Masjid Agung,” kata Habib.

Menurut Hartono Santoso, jika penyelenggaraan pagelaran musik dan pesta kembang api dilaksanakan di lokasi sesuai saran Habib Ali, dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Maka penyelenggara bisa dipersalahkan, karena di lokasi yang disarankan kurang memenuhi syarat sesuai standar penyelenggaraan keramaian.

“Padahal di lokasi yang ditentukan oleh kami, yakni di depan bekas gedung Bioskop Dewa, sudah sangat aman dan jauh dari Masjid Agung serta tidak berada di pusat Alun-alun. Pada prinsipnya kami menginginkan situasi tetap kondusif dan taat dengan aturan yang diberlakukan oleh Pemkot Tegal. Namun jika dipindah ke lokasi yang menurut kami kurang layak, tentunya kami dengan sangat terpaksa menolak saran itu,” kata Hartono.

Gelar pertemuan akhirnya dilanjutkan dengan peninjauan lokasi bersama. Setelah cukup pelik menyampaikan masing-masing argumentasinya, akhirnya lokasi penyelenggaraan pagelaran musik dan pesta kembang api dapat disepakati bersama. Lokasi itu berada di lingkar luar Alun-alun Kota Tegal bagian Utara - Timur atau persisnya di depan kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI).


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita