Pelantikan Ketua MPC PP Brebes Periode 2011-2015, di gedung Korpri Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Organisasi Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar pelantikan Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Periode 2011-2015, di gedung Korpri Brebes, Sabtu 24 Desember 2011.
Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh Bupati Brebes, H.Agung Widyantoro SH MSi, Ketua MP Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Jawa Tengah, Budi Supriyono dan para pengurus cabang PP Kabupaten Brebes. Selain itu, tampak hadir pula unsur muspida dan sejumlah tokoh Parpol serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Brebes, menyampaikan selamat atas terpilihnya Ketua MPC PP Kabupaten Brebes yang baru, H.Wahyudin Noor Aly beserta para pengurusnya. Bupati berharap agar organisasi PP dapat membantu menselaraskan kebijakan-kebijakan organisasi, bersama dengan pemerintah serta turut mengawal perjalanan pemerintahan ini.
"Khususnya dalam menuntaskan buta aksara di wilayahnya yang jumlahnya cukup tinggi, yakni mencapai 170 ribu orang. Karena itu,marilah satukan tekad untuk membangun Kabupaten Brebes agar lebih maju, berwibawa dan berkeadilan," ujarnya.
Sementara Ketua MPC Kabupaten Brebes terpilih, H. Wahyudin Noor Aly, organisasi Pemuda Pancasila bukan merupakan organisasi preman, melainkan sebuah organisasi pemuda yang memiliki semangat pancasila untuk memajukan dan membangun bangsa dan Negara.
"Organisasi ini bukan organisasi preman, tapi merupakan organisasi yang independen dan mengelola potensi pemuda yan merupakan sebuah kekuatan besar dalam mendukung proses pembangunan saat ini, kususnya di Kabupaten Brebes," terangnya.
Ketua MP Pemuda Pancasila (PP)Provinsi Jawa Tengah, Budi Supriyono menambahkan, oraganisasi PP ini merupakan organisasi yang bermoral, meski didalam kepengurusannya terdapat kader-kader, baik dari berbagai tokoh parpol maupun masyarakat dari kalangan bawah,menengah maupun keatas.
Pihaknya berharap kepada para pengurus MPC PP Kabupaten Brebes yan baru dilantik, jangan sampai organisasi ini memiliki harga diriyang lebih rendah dari seorang pelacur.