Rabu, 14/12/2011, 05:54:36
Program Pamsimas Diduga Menyimpang, DPU Disomasi
TK-Takwo Heriyanto

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jawa Tengah (Jateng), men-somasi Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Brebes.

Pasalnya, DPUTR dalam melaksanakan program kegiatan Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di 13 desa dan 2 desa replikasi di Kabupaten Brebes, yang pendanaannya bersumber dari International Development Association (IDA), APBN, APBD dan swadaya masyarakat itu, diduga melakukan penyimpangan.

Ketua GNPK Jateng, M. Basri Budi Utomo, Rabu, 14 Desember 2011, melalui surat edarannya mengatakan pihaknya selain melakukan somasi terhadap DPUTR, juga kepada Satlak Pamsimas LKM 13 desa dan 2 desa replikasi tersebut.  

Berdasarkan pengaduan masyarakat dengan nomor register 033/A-1/GN-PK Pusat/XII/2011 tanggal 02 Desember 2011, terdapat dugaan KKN Pamsimas pada proses pengadaan barang bahan dan alat di 13 desa dan 2 desa replikasi tahun anggaran 2011.

Basri menyebutkan salah satu dugaan KKN dalam program kegiatan Pamsimas tersebut, yakni adanya laporan hasil investigasi dilapangan menunjukan persaingan usaha tidak sehat. Sebab, adanya persekongkolan/pengkondisian yang berakibat pada monopoli dengan indikator selama beberapa tahun kebelakang program Pamsimas di Kabupaten Brebes selalu memakai jenis pipa PVC SNI merk Unilon.

Pihaknya beharap agar memberikan peluang dan kesempatan seluas-luasnya kepada semua pihak untuk mengikuti proses pengadaan bahan dan alat secara transparan.

Menyikapi hal tesebut, Kepala DPUTR Kabupaten Brebes, Satibi melalui Kabid Cipta Karya, Agus As'ari membatah jika program kegiatan Pamsimas yang dilaksanakan bersama oleh masyarakat tidak transparan.

Menurutnya, program Pamsimas yang anggarannya untuk perdesa sebesar Rp 275 juta dan 70 persen dari APBN sebesar Rp 192,5 juta serta 10 persen dari APBD 27,5 juta itu, sudah melalui mekanisme lewat sosialisasi, baik dari tingkat desa hingga tingkat Kabupaten.

"Kalau dikatakan program Pamsimas ini tidak transparan, ya tidak benar. Sebab, kami hanya memfasilitasi saja," ujar Agus As'ari.

Ia menambahkan, program Pamsimas yang dilaksanakan sejak awal Januari 2011 hingga akan berakhir pada Maret 2012 mendatang, masyarakat di 13 desa dan 2 desa replikasi itu, justru merasakan senang, karena membawa manfaat bagi masyarakat itu sendiri.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita