Selasa, 06/12/2011, 01:03:49
Belum Ada Penanganan, Ribuan Warga Masih Terisolir
ZM-Zaenal Muttaqin

Jembatan Plompong putus, siswa dan warga terpaksa meniti batang bambu menyeberangi arus deras sungai (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Ribuan warga Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Jawa Tengah, sampai Selasa 06 Desember 2011 siang masih terisolir akibat putusnya jembatan yang menjadi satu-satunya akses keluar dan masuk ke desa tersebut. Belum ada upaya darurat untuk penanganan jembatan yang putus pada Senin 05 Desember 2011 sekitar pukul 07.00 kemarin.

"Sampai saat ini belum ada upaya darurat untuk penanganannya, sehingga kami sangat kesulitan," kata Fauzan, salah satu warga dan tokoh masyarakat Desa Plompong.

Putusnya jembatan juga mulai berdampak pada naiknya harga-harga kebutuhan pokok, karena biaya transportasi menjadi lebih mahal. Warga yang akan ke pasar atau keluar ke desa lainnya, terpaksa harus memutar arah dan melewati wilayah Kecamatan Paguyangan dan Kecamatan Bumiayu, yang jaraknya puluhan kilometer.

"Kami terisolir, harga kebutuhan pokok melonjak dan kami juga harus menempuh puluhan kilometer untuk pergi ke pasar," tutur Fauzan.

Sementara itu, kesulitan juga dirasakan oleh anak-anak pelajar, mereka terpaksa harus berangkat lebih awal agar tidak terlambat sampai sekolahnya. Pelajar juga terpaksa harus turun menyeberangi sungai, dan meniti batang bambu diatas arus deras sungai.

"Ya gimana lagi, sekarang lagi ujian semester jadi harus tetap berangkat," kata Nani salah satu siswi.

Nani juga mengaku, jika terjadi turun hujan terpaksa akan menginap di sekolahnya, karena sangat berbahaya jika harus pulang menyeberangi sungai yang arusnya sangat deras. "Kalau hujan terpaksa nanti tidur di sekolah," keluhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jembatan Plompong putus setelah salah satu pondasinya ambrol tergerus arus sungai. Abutmen dan sayap jembatan hancur dan lantai jembatan amblas ke dasar sungai.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita