Selasa, 29/11/2011, 13:47:24
Bupati: Selesaikan Konflik 2 Desa Dengan Musyawarah
TK-Takwo Heriyanto

Aparat keamanan masih berjaga-jaga. Nampak Wakapolres Brebes sedang memberi himbauan kepada wagra Bajangan (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Atas nama Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Bupati Brebes, H. Agung Widyantoro SH MSi merasa prihatin atas kesalah pahaman yang terjadi antara Dukuh Bajangan, Desa Songgom, Kecamatan Songgom dengan Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, sehingga kedua wilayah tersebut sampai saat ini masih bersitegang.

"Untuk itu, kami menghimbau dan berharap kepada tokoh masyarakat di kedua wilayah untuk segera mengambil jalan musyawarah secara mufakat agar situsai kembali kondusif," kata Bupati H. Agung Widyantoro SH MSi, kepada PanturaNews, Selasa 29 November 2011.

Kepada aparat penegak hukum, lanjut Bupati, pihaknya mengucapkan terimaksih yang telah memberikan fasilitas pengamanan di wilayah konflik. Namun demikian, pihaknya juga berharap kepada aparatur desa di kedua wilyah itu untuk ikut serta menjaga kemanan.

"Kami harapkan pula, agar persoalan kesalahpahman itu dapat diselesaikan dengan baik sebelum matahari terbit kembali," ujar bupati.

Sementara itu, hingga saat ini situasi kedua wilayah yang sedang konflik, ratusan aparat keamanan gabungan, Polres, TNI dan Satpol PP serta aparat keamanan lainnya masih berjaga-jaga di perbatasan lokasi kedua wilayah. Kendati dilokasi diguyur hujan, namun aparat keamanan gabungan masih siap siaga mengamankan, hingga situsasi menjadi kondusif.

Diberitakan sebelumnya, situasi di dua desa yakni Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan dan Dukuh Bajangan Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin 28 November 2011 sekitar pukul 18.00 WIB memanas.

Warga dua desa ini bersitegang karena dipicu kerbau milik warga Desa Pamulihan yang merusak tanaman di persawahan milik warga Dukuh Bajangan, Desa Songgom. Namun karena ada provokator permasalahan menjadi keruh.

Pantauan PanturaNews di perbatasan kedua desa situasinya sangat mencekam. Puluhan warga dua desa saling membawa senjata tajam seperti samurai, golok, anak panah, bambu runcing dan lainnya, namun belum sempat saling serang.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, pemicu permasalahan yang dihadapi dua desa tersebut diduga karena masalah kerbau liar milik warga Desa Pamulihan yang merusak tanaman di persawahan milik warga Dukuh Bajangan Desa Songgom. Akibat ulah kerbau liar itu, menyebabkan petani menanggung kerugian ratusan juta rupiah.

Wakapolres Brebes, Kompol Daniel W.M yang berada di lokasi mengatakan, permasalahan yang dihadapi kedua desa tersebut sebenarnya masalah lama. Namun karena ada provokator, akhirnya kejadian serupa terulang lagi.

“Padahal warga kedua desa sudah dipertemukan dan bersepakat damai,” ujar Wakapolres.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita