Ketua DPRD Kota Tegal, H Edi Suripno SH
PanturaNews (Tegal) - Perencanaan defisit anggaran dalam RAPBD 2012 dari semula Rp 66.373.036.000 kini diperkecil menjadi Rp 8.913.937.000. Demikian hasil akhir dari pembahasan RAPBD 2012 Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin 28 November 2011. Maka dengan demikian terjadi penurunan defisit sebesar Rp 57.454.099.000.
Ketua DPRD Kota Tegal, H Edi Suripno SH, mengatakan pihaknya memberikan apresiasi kepada Walikota Tegal, yang telah berhasil melakukan efesiensi anggaran. Bahkan dari 10 tahun terakhir, defisit APBD 2012 paling sedikit. Rata-rata defisit APBD untuk 10 tahun terakhir, rata-rata Rp 60 miliar.
Sedangkan hasil pembahasan, RAPBD 2012 hanya merencanakan defisit Rp 8.913.937.000. Angka defisit itu dapat dilihat dari jumlah Pendapatan Rp 591.094.858.000 dan anggaran belanja sebesar Rp 600.013.795.000.
Dijelaskan Edi, sebelumnya pada pembahasan awal defisait anggaran untuk APBD 2012 direncanakan Rp 66.373.036.000. Namun semuanya dapat diperkecil setelah Pemkot Tegal menadapat anggaran tambahan lebih besar dari Dana Alokasi Umum (DAU). "Kami berharap prestasi bisa dipertahankan, sehingga pada setiap penyusunan RAPBD kami minta harus memperhatikan s kala prioritas. Sehingga kalau tidak mendesak, kami minta untuk dipertimbangkan kembali," jelas Edi.
Sebelumnya, Walikota Tegal, menyatakan, imbas dari menurunnya Pendapatan daerah yang mencapai Rp 13.034.722.000, APBD 2012 direncanakan bakal mengalami defisit sekitar Rp 66.373.036.000. Sehingga kalau dibandingkan dengan APBD 2011, jumlah defisit tahun 2012 mengalami penurunan 25,38 persen atau Rp 22.578.983.000. Sebab pada tahun 2011 defisit APBD mencapai Rp 88.952.019.000.
Menurut Ikmal, pendapatan daerah pada tahun 2012 ditargetkan sebesar Rp 522.904.630.000. Sehingga jika dibandingkan pada tahun 2011 akan mengalami penurunan 2,43 persen atau Rp 13.034.722.000, sebab pada tahun 2011 pendapatan daerah sebesar Rp 535.939.352.000.
Sedangkan menurunnya pendapatan daerah karena, lain-lain pendapatan daerah yang sah mengalami penurunan 23,39 persen atau Rp 25.956.741.000. Karena pada tahun 2012 ditargetkan Rp 85.025.970.000, poadahal pada tyahun 2011 lalu sebesar Rp 10.982.711.000.