Senin, 28/11/2011, 22:32:41
Konflik Dua Desa Memanas, Keamanan Tambah Personil
TK-Takwo Heriyanto

Dandim 0713 Brebes tengah memberikan arahan kepada anggotanya di daerah rawan konflik (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Warga dua desa bersitegang dan tetap bertahan di perbatasan kedua desa. Situasi Dukuh Bajangan, Desa Songgom, Kecamatan Songgom, dan Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin 28 November 2011 pukul 21.30 WIB, semakin mencekam.

Untuk menghindari terjadinya tawuran antar desa yang dipicu gara-gara kerbau liar milik warga Desa Pamulihan yang merusak berbagai tanaman milik petani Dukuh Bajangan ini, aparat keamanan gabungan Polri, TNI dan Satpol PP menambah jumlah personilnya.

Dari pantauan PanturaNews di perbatasan dua desa yang bersitegang, puluhan warga masih tetap bertahan di lokasi rawan konflik, meski aparat keamanan sudah menghimbau kedua warga untuk meninggalkan lokasi.

Namun himbauan dari aparat keamanan tersebut tidak digubris. Bahkan warga Desa Pamulihan justru melakukan penyerangan terhadap warga Dukuh Bajangan, dengan melemparkan batu-batu menggunakan ketapel. Akibat penyerangan tersebut, genteng rumah milik sejumlah warga Dukuh Bajangan terkena lemparan batu.

Sementara, Warga Dukuh Bajangan sendiri tidak membalas penyerangan dari warga Desa Pamulihan, karena dilokasi kejadian dijaga oleh ratusan aparat keamanan gabungan. Meski begitu, untuk mencegah penyerangan, ratusan warga Dukuh Bajangan juga tetap di lokasi konflik sambil membawa sejumlah senjata tajam. 

Diperoleh informasi, ratusan aparat keamanan gabungan tetap akan bertahan untuk  mengamankan situasi, hingga kedua wilayah itu benar-benar kondusif.

Diberitakan sebelumnya, diduga dipicu persoalan kerbau liar, warga dua desa bersitegang. Situasi di dua desa yakni Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan dan Dukuh Bajangan Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin 28 November 2011 sekitar pukul 18.00 WIB memanas.

Pantauan PanturaNews di perbatasan kedua desa situasinya sangat mencekam. Puluhan warga dua desa saling membawa senjata tajam seperti samurai, golok, anak panah, bambu runcing dan lainnya, namun belum sempat saling serang.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita