Ilustrasi
PanturaNews (Tegal) - Pembebasan lahan milik warga yang akan dijadikan akses menuju jembatan Langon hingga kini belum juga kelar. Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jawa Tengah, masih keberatan dengan harga per meter persegi lahan yang ditawarkan oleh warga.
Dampaknya, pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah Kota Tegal dengan Kabupaten Tegal itupun tersendat. Demikian disampaikan Walikota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak, Rabu 02 November 2011.
Menurut Ikmal, sebelumnya warga menawarkan harga lahan kepada Pemkot dengan angka Rp 5 juta per meter persegi. Berikutnya harga penawaran mulai turun menjadi Rp 4,5 juta per meter persegi. Jika dikalkulasi, harga yang ditawarkan oleh warga masih terbilang tinggi, karena Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) di kawasan daerah tersebut hanya berkisar Rp 802 ribu per meter persegi-nya. Sementara harga pasaran tanah di lokasi itu hanya Rp 1,5 juta per meter persegi.
“Kami sangat berharap kepada warga untuk bersedia menerima harga yang ditawarkan oleh pemkot, karena pembebasan lahan itu bukan untuk mencari keuntungan. Lahan yang dibebaskan nantinya akan dijadikan akses jalan menuju jembatan Langon yang berarti untuk kepentingan umum,” kata Ikmal.
Lebih jauh Ikmal mengatakan, saat ini Pemkot Tegal masih melakukan negosiasi harga dengan para pemilik lahan yang bakal terkena pembebasan untuk menetapkan harga yang pantas.
“Namun jika dalam mediasi tetap menemui jalan buntu, maka Pemkot Tegal akan mengajukan konsinyasi ke Pengadilan Negeri yang akan dilakukan pada 8 November mendatang, sebab pada akhir tahun 2011, jembatan Langonditargetkan sudah bisa difungsikan,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tegal, Ir Gito Mursriyono mengatakan lahan yang diperlukan untuk akses jalan seluas 600 meter persegi. SEdangkan pembangunan jembatan Langon itu direncanakan selesai pada Desember 2011.
Menurut Gito, salah seorang warga pemilik lahan bernama Rusdi melalui ahli warisnya, Masykur, mengaku menolak keras dengan harga pembabasan yang ditawarkan Pemkot Tegal. Padahal di sebelah timur jembatan Langon sudah disepakati harga pembebasan lahan sebesar Rp 1,5 juta per meter persegi.