Senin, 31/10/2011, 16:57:10
Lagi, Ditemukan Ternak Tak Layak Jadi Hewan Kurban
TK-Takwo Heriyanto

PanturaNews (Brebes) - Belasan ternak yang dinyatakan tidak layak untuk dijadikan hewan kurban, kembali ditemukan. Pasalnya, hewan ternak tersebut terjangkit penyakit scabies atau kudis dan cacing hati.

Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, di sejumlah kandang ternak besar milik warga, Senin 31 Oktober 2011.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, dr Jhoni Murahman mengatakan, pada pemeriksaan kali ini pihaknya menemukan sebanyak 13 ekor ternak yang dinilai tidak layak untuk hewan kurban. Sehingga, kini sudah ada 15 ekor ternak yang tidak layak kurban. Sebab, sebelumnya tim juga menemukan 2 ekor sapi yang tidak layak.

"Temuan baru ini tersebar di empat kecamatan. Yakni, Brebes, Wanasari, Salem dan Bumiyau. Jenisnya meliputi, 1 ekor sapi, 2 ekor kerbau dan 10 ekor domba," katanya.

Menurut dia, ternak yang terjangkit cacing hati ini dilarang dipotong. Sementara ternak yang luka atau terserang scabies pihaknya meminta kepda pemilik untuk ditunda sambil menunggu penyakitnya diobati.

"Jika ternak yang terserang scabies tidak sembuh hingga hari H Lebaran Idul Adha, maka kami melarang dipotong karena dagingnya masih mengandung residu obat," terangnya.

Dia mengungkapkan, pemeriksaan ternak kurban ini kami laksanakan untuk memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menemukan dua ekor sapi milik warga yang tidak layak untuk dijadikan hewan kurban. Seekor diantaranya karena terjangkit penyakit cacing hati dan lainnya karena kakinya pincang akibat terkilir.

Hal tersebut disampaikan Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, drh Jhoni Murahman, saat timnya melakukan pemeriksaan hewan kurban di sejumlah kandang, Selasa 25 Oktober 2011.

Atas temuannya tersebut pihaknya merekomendasi pemilik ternak agar peliharaannya itu tidak dijual untuk kurban atau dipotong.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita