Ketua Folwap, Budi Sutarno (tengah) bersama pengurus lainnya saat acara deklarasi.
PanturaNews (Tegal) – Satu lagi organisasi wartawan terbentuk di wilayah Pantura yang meliputi Kota Tegal, Kabuapaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang yakni Forum Lintas Wartawan Pantura (Folwap), dikomandani Budi Sutarno.
Deklarasi Folwap digelar di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, dihadiri Muspida, Kepala SKPD Kota Tegal dan tamu undangan dengan tema ‘Menciptakan Jurnalis yang Profesiaonal dan Proforsional, Sabtu 29 Oktober 2011.
Menurut Budi Sutarno yang akrab disapa BS, Folwap dibentuk karena menjamurnya usaha-usaha media lokal yang secara otomotis melahirkan wartawan-wartawan baru pula. Mereka itu belum bergabung di salah satu organisasi wartawan yang sudah ada, karena kurangnya proaktif dalam perekrutan anggota baru.
“Melalui Folwap, kami ingin menciptakan wartawan yang professional dan proforsional, sebagaimana yang tercantum dalam kode etik jurnalistik dan UU Pers Nomor 40/1999,” tutur BS.
Sebagai pilar keempat Negara setelah eksekutif, legeslatif dan yudikatif, wartawan bertugas untuk mencerdaskan bangsa dan menyampaikan informasi yang sebenar-benarnya untuk pembangunan bangsa.
“Untuk itu kami minta kepada pejabat untuk memberikan informasi sebenar-benarnya kepada wartawan, dan wartawan juga berkewajiban melakukan konfirmasi atau check and recheck, agar berita tidak berat sebelah,” pesan BS.
Sementara Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Wilayah VII Pekalongan, Riyadi KS, mendukung sepenuhnya dengan berdirinya Folwap. Karena sebagaimana diatur dalam UUD 45, masyarakat berhak berserikat dan menyampaikan pendapatnya.
Untuk itu ia mengajak kepada anggota Folwap bisa bermitra dengan organisasi wartawan yang sudah ada, kepada PWI maupun oraganisasi lainnya. “Kami menyambut gembira dan mendukung sepenuhnya dengan adanya Folwap,” ujar Riyadi.
Walikota Kota Tegal Ikmala Jaya SE AK dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II, Ir Cucuk Daryanto mengatakan, dengan semakin banyak berdiri organisasi pers, maka sudah barang tentu menambah dinamis kehidupan pers serta peluang untuk mencerdaskan bangsa. Dengan goresan pena karya wartawan, segela jenis informasi dapat dilihat dan dinikmati masyarakat.
Walikota berpesan, setiap menulis atau manayangkan berita hendaknya mengedapankan kode etik profesi, etika moral dan budaya serta privasi individu atau kelompok. Serta menjauhkan dari kemungkinan dampak negative akibat pemberitaan yang berupa polemik dan konflik.
Namun yang lebih penting lagi lagi, orientasi penulisan berita tentunya tidak sekedar menjadi media hiburan dan control social semata, namun harus mampu mencerdaskan bangsa.