Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Dana beasiswa bagi Guru Tidak Tetap (GTT) diisukan akan dipotong. UPTD Dinas Pendidikan (Disdik) Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dituding akan melakukan pemotongan dana beasiswa dari APBN yang diperuntukan bagi GTT yang mengajar di SD, tapi sedang menempuh pendidikan di masing-masing perguruan tinggi. Namun tudingan itu dibantah.
Keterangan yang dihimpun Panturanews menyebutkan, rencananya dana beasiswa dari pemerintah pusat sebesar Rp 3,5 juta tersebut, akan dicairkan lewat rekening BNI milik masing-masing GTT. Namun UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Tanjung akan memotongnya sebesar 10 persen dari besarnya dana beasiswa yang akan diterima GTT. Akan tetapi, karena dinilai terlalu tinggi pemotongannya, akhirnya UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Tanjung, hanya akan memotong sebesar Rp 100 ribu per orang dari sekitar 70 GTT yang akan menerimanya.
Menyikapi tudingan tersebut, Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Tanjung, Khariroh, S.Pd.,M.Pd. langsung membantahnya. Menurutnya, pihaknya hanya menyampaikan kepada masing-masing sekolah yang GTT-nya menerima dana tersebut untuk digunakan sebaik-baiknya.
"Kalau masih ada biaya pendidikan dimasing-masing perguruan tinggi yang belum terbayarkan, ya lebih baik penerima dana itu (GTT) harus membayar kewajiabannya. Jadi, tidak benar kalau saya dituduh akan memotong dana beasiswa untuk GTT," ungkap Khariroh, Selasa 25 Oktober 2011.
Atas tudingan yang tidak benar tersebut, pihaknya mengancam kepada para GTT supaya bantuan dana beasiswa tersebut tidak akan diusulkan kembali ke pemerintah pusat. "Ini kerena saya tidak terima atas tudingan yang tidak benar itu. Sudah untung diusulkan malah tidak tahu terimakasih," tandasnya.