Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Dinas Pengairan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjamin kebutuhan air pertanian di Pemali Hilir atau pantura Brebes pada musim tanam (MT) I tercukupi. Hal itu menyusul debit air di Bendung Notog, Kecamatan Songgom yang terus meningkat, karena hujan mulai mengguyur wilayah Brebes bagian selatan.
Plt Kepala Dinas Pengairan, Energi dan Sumber Daya Mineral Pemkab Brebes, H Satibi mengatakan, dari hasil pantauan terakhir kondisi debit Bendung Notog yang menjadi pemasok utama air lahan pertanian di wilayah Pemali Hilir terus meningkat. Sebelumnya debit air di bendung itu hanya 4 meter kubik/ detik, tetapi kini naik menjadi 10 meter kubik/ detik. Kondisi itu sangat menguntungkan bagi lahan pertanian di pantura dan diharapkan debitnya terus naik.
"Melihat kondisi ini, kami jamin kebutuhan air di Pemali Hilir untuk musim tanam I tercukupi. Karena itu, petani tak perlu khawatir," tandasnya, Senin 24 Oktober 2011.
Menurut dia, Bendung Notog selama ini berfungsi mengairi lahan di Pemali Hilir seluas 25.180 ha. Yakni, wilayah Pemali Kanan seluas 8.180 ha meliputi Kecamatan Brebes, Jatibarang dan Songgom. Kemudian wilayah Pemali Kiri seluar 17.000 ha meliputi Kecamatan Wanasari, Bulakamba, Larangan dan sebagian Ketanggungan.
Jika debit air di Bendung Notog mencapai di atas 10 meter kubik/ detik, sistem pengaturan yang diterapkan 1:2. Maksudnya, satu untuk Pemali Kanan dan dua untuk Pemali Kiri.
"Namun bila debitnya di bawah 10 meter kubik/ detik, kami terapkan pengaruan sehari untuk Pemali Kanan dan sehari untuk Pemali Kiri," ungkap Satibi.
Lebih lanjut dia mengatakan, menyikapi debit air yang meningkat itu pengurus P3A diminta segera mengevaluasi kebutuhan air anggotanya dan mengkonsultasikan kepada UPTD Pemali Hilir. Masyarakat yang melaksanakan kegiatan berhubungan dengan saluran sekunde Pemali Hilir juga diminta untuk dialihkan.
Di antaranya, bangunan yang menghalagi distribusi air segera disingkirkan. Tak hanya itu, para pemilik pompa air yang terpasang di wilayah teknis segera mengambilnya. "Ini dimaksudkan agar distribusi air bisa lancar," terangnya.