Jumat, 15/07/2011, 05:21:00
Saluran Irigasi Rusak, 573 Ha Lahan Kesulitan Air
ZM-Zaenal Muttaqin

Lahan pertanian di Sirampog mulai kesulitan air, akibatnya sebagian tidak bisa menghasilkan panen. (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Kerawanan pangan dikawatirkan terjadi di Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Pasalnya, dari 1.740 hektar (Ha) lahan tanaman padi yang ada, 573 hektar diantaranya telah mengalami kesulitan air dan tidak bisa produksi maksimal menghasilkan panen.

Kordinator Program Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Brebes untuk Kecamatan Sirampog, Jajri mengatakan, akibat kesulitan air sejak sebulan ini petani banyak yang tidak bisa menggarap lahannya. Bahkan beberapa hektar lahan tanaman padi telah mengalami gagal panen atau puso. "Kesulitan air mengakibatkan petani gagal panen," ujarnya kepada PanturaNew.Com, Jumat 15 Juli 2011 siang.

Lahan pertanian yang mulai mengalami kesulitan air pada kemarau ini antara lain Desa Benda 240 hektar, Kaliloka 190 hektar, Manggis 83 hektar dan Desa Mlayang 60 hektar. Bahkan di Desa Kaliloka ada 140 hektar yang telah mengalami puso sejak beberapa bulan lalu. "Petani di Kaliloka sudah sejak beberapa bulan lalu merugi karena lahan pertaniannya puso," kata Jajri.

Kesulitan air untuk irigasi lahan pertanian itu terjadi karena memasuki musim kemarau, juga akibat kerusakan bendung dan saluran irigasi di beberapa tempat. Kerusakan paling parah dan telah terjadi sejak 20 tahun yang lalu diantaranya pada bendung irigasi Jeruk, Bawang, Bulu, Kembang dan Irigasi Simping.

"Kalau tidak ada kerusakan bendung dan irigasi itu, meski kemarau petani masih bisa menggarap lahannya," tutur Jajri.

Kesulitan air dan kemarau yang mengakibatkan petani tidak bisa menggarap lahannya tersebut, dikawatirkan akan berdampak pada kerawanan pangan. Sebab, selama ini warga Sirampog banyak yang mengandalkan perekonomiannya dari hasil pertanian, dan Sirampog juga menjadi salah satu daerah penghasil padi.

Kasi Sosial Kecamatan Sirampog, Arino Raharjo ketika dihubungi mengaku belum ada laporan dari desa-desa tentang kerawanan pangan itu. Meski begitu pihaknya akan segera melakukan pendataan ke desa-desa yang terkena dampak kekeringan. "Dampak kekeringan atau kesulitan air untuk lahan pertanian bisa terjadi, karenanya kami akan melakukan pendataan ke desa-desa," katanya.

Diakui, kesulitan air karena musim kemarau berdampak merosotnya hasil pertanian yang selama ini menjadi andalan bagi perekonomian warga. Bahkan kesulitan air juga bisa berdampak pada masalah keamanan. "Kalau sulit air, dampaknya bukan hanya gagal panen saja tapi juga keamanan. Karena terkadang terjadi pertengkaran warga akibat rebutan air," tandas Arino.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita