Penonton memadati depan panggung hiburan di arena GBF, keramaian ini sering terjadi keributan (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Bumiayu) - Gebyar Bumiayu Fair (GBF) ke 11 yang digelar Lapangan Asri, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, diwarnai dengan keributan dan aksi pencopetan. Keributan itu terjadi saat acara hiburan pentas musik yang digelar tiap malam sejak pembukaan pada Kamis 07 Juli 2011 lalu.
"Hampir tiap malam selalu ada keributan ketika pentas musik berlangsung," kata Imam (44) salah satu warga yang selalu aktif mengikuti acara hiburan GBF kepada PanturaNews, Selasa 12 Juli 2011.
Keributan karena dipicu oleh senggolan antara penonton saat berjoget menyasikan hiburan pentas musik. Mulanya hanya senggolan tapi biasanya berlanjut dengan saling pukul dan akan berhenti setelah petugas keamanan turun melakukan pengamanan. "Keributan biasanya berlangsung hanya beberapa menit dan bisa diatasi oleh aparat kemanan," ujar Imam.
Selain keributan, aksi pencopetan juga mewarnai GBF yang buka mulai sore hingga tengah malam. Sejak mulai digelar tidak kurang dari lima penonton yang menjadi korban aksi pencopetan. Dompet dan dan handphone merupakan sasaran utama yang dilakukan oleh para pencopet. "Kemarin ada perempuan yang sampai pingsan karena jadi korban pencopetan," tutur Imam.
Warga lainnya, Untung Subagyo (60) mengatakan, sejak GBF tahun ini dibuka hanya satu malam saja tidak ada keributan. Selain malam itu selalu ada keributan, bahkan Senin malam 11 Juli 2011 petugas keamanan dari kepolisian sempat melepaskan tembakan peringatan untuk meredakan keributan penonton. "Saya dengan polisi kelarkan tembakan sampai empat kali," ungkapnya.
Kepala Polsek Bumiayu, AKP Bowo Cipto Hadi SH ketika dihubungi mengatakan, untuk pengamanan jalannya hiburan di arena GBF tiap malam diterjunkan 16 personil dan mendapat bantuan dari Koramil Bumiayu tujuh personil, Satpol PP dua personil, serta enam orang dari Pemuda Pancasila.
"Kami selalu maksimal melakukan pengamanan dan setiap ada keributan selalu bisa kami atasi," katanya kepada PanturaNews.Com, Selasa 12 Juli 2011 sore.
Dikatakan, selanjutnya jika keributan tidak bisa diatasi acara hiburan pentas musik bisa saja dihentikan atau ditiadakan. Karenanya dihimbau kepada seluruh masyarakat, pengunjung GBF untuk tertib. Himbauan juga selalu disampaikan oleh panitia melalui pengeras suara dari Posko. "Himbauan untuk tertib selalu kami sampaikan melalui pengeras suara, tapi kalau tetap terjadi keributan acara hiburan bisa saja dihentikan dan GBF berjalan tanpa ada pentas hiburan," tandas Bowo.