Selasa, 05/07/2011, 07:13:00
Berantas Korupsi Tak Perlu Saling Tuding dan Buka Borok
ZM-Zaenal Muttaqin

Amin Rais menyampaikan kuliah umum di STKIP Islam Bumiayu. (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Mantan Ketua MPR RI, Profesor Doktor Amin Rais MA, pesimis dengan pemberantasan korupsi di Indonesia. Dia juga prihatin dengan kondisi Partai Demokrat, sebagai partai penguasa yang sebelumnya dianggap oleh rakyat sebagai partai yang bersih, ternyata oknum-oknumnya bergelimang dan tersangkut kasus korupsi. Untuk pemberantasan korupsi di Indonesia tidak perlu saling tuding dan saling buka borok.

Hal itu disampaikan Amin, usai memberikan kuliah umum dalam rangka Dies Natalis ke II Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Islam Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa 05 Juli 2011 siang, diikuti ratusan mahasiswa dan tamu undangan.

Menurutnya, kasus dugaaan korupsi oleh Nazarudin yang mantan Bendahara Partai Demokrat dan berada di Singapura yang sampai kini tidak berani pulang, karena membawa rahasia yang cukup banyak itu, merupakan ujian besar bagi Presiden Indonesia. Jika Nazarudin bisa dibawa pulang, kemudian ditegakkan keadilan akan menjadi momentum atau ledakan hukum yang luar biasa.

"Kalau itu bisa akan jadi momentum untuk merintis pemerintahan yang bersih," kata Amin.

Meski begitu, Amin tidak akan berharap banyak. Sebab, kenyataannya hingga kini belum bisa dibawa pulang. Begitu pula dengan para pengusaha hitam yang masih bebas berkeliaran, maka sebaiknya untuk pemberantasan korupsi kuncinya adalah memulai dari diri sendiri.

"Mulai dari presiden, menteri, gubernur, walikota, bupati dan juga eksekutif serta politisi harus memulai untuk hidup bersih," ujar Amin.

Lebih lanjut, Amin mengatakan, untuk pemberantasan korupsi di Indonesia tidak perlu saling tuding dan saling buka borok, karena yang terkesan hanya sandiwara atau dagelan Indonesia saja. "Cara-cara seperti itu ternyata tidak bisa menyelesaikan masalah, maka sekali lagi mari kita mulai dari diri sendir saja untuk membiasakan hidup bersih," tandas Amin.

Amin Rais berada di Bumiayu atas undangan dari sahabatnya yang juga Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) STKIP Bumiayu, Profesor Doktor Yahya Muhaimin. Pada kesempatan itu, Amin juga sempat meninjau ke lokasi pembangunan Kampus STKIP Islam Bumiayu.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita