Salah satu penonton luka mendapat perawatan di RS Siti Khodijah Pekalongan. (Foto: Firga)
PanturaNews (Pekalongan) - Live Concert grup musik The Virgin dan Five Minutes di lapangan Sorogenen, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung ricuh. Tiga orang penonton terpaksa dievakuasi ke RS Siti Khodijah di Jalan Bandung Pekalongan. Seorang menderita luka tusuk, Sabtu 02 Juli 2011 malam.
Sekain itu penontor lainnya mengalami bocor kepala, karena dihantam dengan botol minuman dan seorang lagi mengalami patah tulang lengan. Bahkan seorang wartawan mengalami memar di bagian wajah karena dipukul aparat keamanan.
Konser yang digelar oleh sebuah produk rokok terkenal ini, memang beberapa hari sebelumnya telah gencar dipromosikan. Bahkan di beberapa daerah sekitar Kota Pekalongan seperti Kabupaten Batang, Pekalongan dan Pemalang baliho promo konser tersebut terlihat sangat marak.
Sejak Sabtu sore, jalan-jalan di Kota Pekalongan telah disesaki ribuan remaja dengan busana nyaris seragam, celana sempit dengan kaos hitam ketat. Mereka yang datang dari berbagai kota dengan mendompleng truk itu, mengalir ke lapangan Sorogenen yang di kelilingi pagar seng gelombang. Untuk masuk, penonton wajib beli karcis Rp 10.000.
Konser yang oleh aparat keamanan dibatasi hanya sampai jam 22.00 WIB itu, telah diwarnai berbagai ketegangan antarpenonton bahkan sebelum konser dimulai. Petugas keamanan yang dikerahkan harus bekerja keras untuk meredam keributan lebih meluas. Namun, aparat akhirnya kewalahan bahkan terpancing emosi.
Suasana tambah kacau begitu The Virgin memulai lagu pertama. Tawuran terjadi dalam beberapa titik. Baik antar penonton maupun polisi lawan penonton. Sikap represif aparat membuat ribuan penonton bergerak menghindar, yang mengakibatkan puluhan penonton pingsan karena saling himpit.
Peristiwa ini mengakibatkan seorang penonton yang jatuh harus dievakuasi, karena terinjak-injak hingga menderita patah tulang tangan. Sementara dua korban luka tusuk dan kepala robek hingga berdarah, segera dilarikan ke rumah sakit terdekat dari kerumunan penonton di sisi utara panggung. Mereka semua remaja pria.
Sementara di luar pagar konser, ketegangan juga terjadi. Aparat keamanan bertindak tegas dengan mengayunkan pentungan kepada siapapun yang menyentuh pagar seng. Saking tegasnya, Arya seorang wartawan yang datang untuk meliput acara tersebut ikut kena getahnya.
“Saya padahal sudah bilang wartawan tapi tetap saja, dahi saya dijotos. Nggak luka sih, tapi semalaman pusingnya nggak ilang-ilang,” ujar Arya.
Jurnalis radio ini rencananya Senin 04 Juli 2011 akan menyampaikan peristiwa yang dialamainya ke Mapolres Pekalongan. “Teman-teman wartawan lain sudah siap mendampingi,” jelas Arya di rumahnya.
Setelah The Virgin menuntaskan 8 lagu, petugas mulai membuka pagar hingga penonton dari luar serentak menyerbu masuk untuk menikmati suguhan lagu-lagu Five Minutes. Saling desak pun makin menggila, keributan masih terjadi tapi tak semarak saat penampilan The Virgin.
Keributan tak merembet keluar arena konser setelah Five Minutes menyanyikan empat lagu, pamitan setelah memberi pesan damai kepada penonton.
Sejauh ini baik penyelenggara maupun pihak Mapolres Pekalongan belum berhasil dikonfirmasi. Paur Humas Iptu Sumarso, maupun Kasatreskrim AKP Windoyo yang dihubungi nomor Hp-nya tidak diangkat.