Kamis, 30/06/2011, 05:43:00
Dua Pelajar Dilempar dari Kereta Api Barang, Satu Tewas
KN-Kuntoro

Irfan Suryana menjalani perawatan di RS Bhakti Asih Brebes karena mengalami luka cukup parah (Foto: Kuntoro)

PanturaNews (Brebes) - Dua pelajar asal Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), ditemukan tergeletak di pinggir lintasan rel Kereta Api (KA) Desa Pebatan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), Kamis 30 Juni 2011 pagi.

Atas insiden itu, seorang tewas, dan satunya saat ini menjalani perawatan di RS Bhakti Asih, Wanasari karena mengalami luka cukup parah.

Korban tewas yakni Bagas (13) dan yang terluka adalah Irfan Suryana (13), keduanya pelajar sebuah SD di kawasan Tanjung Priok yang baru lulus. Menurut Irfan dengan suara terbata-bata menahan sakit, dia dan Bagas baru liburan di rumah orang tua Bagas di Pekalongan.

Saat kembali ke Jakarta, keduanya naik kereta barang. Saat dalam perjalanan sampai di lintasan rel KA Desa Pebatan, kawanan perampok berjumlah empat orang, tiba-tiba menyergap keduanya.

"Barang kami dirampas semua, dan kami dilempar begitu saja di tengah jalan," tutur Irfan yang mengalami luka pada bagian kepala, wajah dan kaki.

Saksi mata yang ditemui di tempat kejadian perkara (TKP), Solun mengatakan, dirinya kaget ketika sedang lari pagi melihat seorang anak yang tergeletak di pinggir rel tak jauh dari pintu perlintasan KA Desa Pebatan. "Saat saya dekati, dia dalam posisi tertelungkup dan sudah tidak bernyawa," katanya.

Sedangkan satu korban lainnya yang selamat, yakni Irfan, ditemukan di tempat berbeda, sekitar 100 meter sebelah barat korban meninggal ditemukan. Sampai saat ini, mayat Bagas masih disimpan di kamar jenazah RS Bhakti Asih Brebes.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita