Minggu, 26/06/2011, 11:12:00
Tiga Pemain Asing Benua Hitam Berlaga di Mahera Cup
KN-Kuntoro

Mamadou, pemain sepak bola asal Saint Guinea dikerubuti penonton. (Foto: Kuntoro)

PanturaNews (Brebes) - Tiga legiun asing asal benua hitam yang memperkuat Mahera Slatri FC, berhasil menyedot ribuan warga untuk meyaksikan laga Mahera FC melawan Cirencang Cirebon dalam turnamen sepakbola terbuka Mahera Cup 1 2011. Ketiga pemain asing itu antara lain Mamadou (asal Saint Guinea), Ali (Afrika Selatan) dan Ziebo (Somalia).

Aksi mereka sangat memukau pecinta sepakbola yang memadati lapangan Gelora Agus Salim Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu 26 Juni 2011. Pada akhir pertandingan, sejumlah penonton langsung menyerbu ketiganya untuk foto bersama.

"Saya sangat senang sekali bisa berpartisipasi dalam pertandingan ini," ujar Mamadou dengan bahasa Indonesa terbata-bata.

Pemain yang kini memperkuat salah satu klub Liga Tiphone itu mengatakan, laga yang dilakoninya itu bukan untuk komersial tapi hanya untuk hiburan kepada masyarakat. Setelah mendapat respon positif dari masyarakat, dirinya mengaku sangat gembira. Pertandingan berkesudahan tanpa gol.

Jual beli serangan diperagakan oleh kedua tim. Keunggulan materi pemain tidak dapat dimanfaatkan oleh anak-anak Mahera FC, akibat buruknya koordinasi antar lini. Begitu juga Cirencang juga mengalami kesulitan menembus pertahanan Mahera yang digalang Furqon dan kawan-kawan.

Memasuki babak kedua, pertandingan semakin berjalan sengit, namun seluruh peluang emas yang dimiliki kedua tim tidak berhasil dikonversika menjadi gol. Alhasil, hingga pertandingan berakhir tidak ada gol yang tercipta pada laga tersebut.

Mahera FC sendiri berhasil melenggang ke babak selanjutnya, setelah menang melalui adu penalti. Algojo kedua tim mampu merobek gawang lawan, hingga penendang terakhir Mahera berhasil unggul dengan skor tipis 5-4.  Turnamen diikuti 40 klub sepak bola akan bersaing

menjadi yang terbaik. Tak hanya dari Kabupaten Brebes, peserta juga datang dari sejumlah daerah di Jawa Tengah maupun Jawa Barat. Mereka akan memperbutkan gengsi dan hadiah puluhan juta rupiah.

Ketua Panpel, Dedi Sunarto mengatakan, turnamen ini terselenggara berkat semangat olahraga pemuda Desa Slatri yang cukup tinggi. Selain itu, olahraga sepak bola merupakan alat pemersatu yang efektif bagi kebhinekaan bangsa.

Sementara itu, Heri Fitriansyah yang merupakan anggota DPRD yang juga warga Slatri, berharap dengan turnamen ini dapat menguatkan jalinan hubungan silaturahmi antar kesebelasan. Disamping itu, juga untuk meningkatkan minat bakat masyarakat Brebes dalam olah raga sepak bola.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita