Menakertrans, Muhaimin Iskandar saat pembukaan Job Fair di gedung PPIB Kota Tegal. (Foto: Dhanar Wicaksono)
PanturaNews (Tegal) - Meningkatnya jumlah pengangguran di wilayah Jawa Tengah dalam setiap tahunnya, membuat miris sejumlah pemerhati pendidikan. Salah satu faktornya adalah ketidak siapan para lulusan sekolah menjadi tenaga kerja handal.
Menyikapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo dalam sambutan pembukaan Job Nakertrans Expo Kota Tegal 2011 di gedung Pusat Promosi dan Informasi Bisnis (PPIB) Tegal, yang dibacakan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jawa Tengah, Siswo Laksono, Selasa 21 Juni 2011. Karenanya, Pemprov Jawa Tengah di tahun 2013 akan memperbanyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Menurut Siswo, alasan memperbanyak SMK karena, sekolah kejuruan lebih berpotensi menghasilkan lulusan yang siap kerja dibandingkan sekolah yang non kejuruan atau SMA. Pasalnya, SMK sebagai sekolah dengan spesifikasi kejuruan lebih mempersiapkan lulusannya di dunia kerja.
Hal itu dapat dibuktikan dari data Disnaker Provinsi Jawa Tengah yang mencatat pada tahun 2009 penyerapan tenaga kerja dari lulusan SMK mencapai 86 persen dan pada tahun 2010 penyerapan tenaga kerja lulusan SMK naik menjadi 87,37 persen.
Lebih jauh Siswo mengatakan, rencana perbanyak SMK oleh Pemprov Jawa Tengah ditargetkan akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2013. Sementara perbandingan jumlah SMK dan SMA saat ini adalah 70 persen SMK dan 30 persen SMA. Dengan memperbanyak jumlah SMK Pemprov berharap SMK menjadi pilihan bagi masyarakat yang memiliki orientasi dunia kerja setelah lulus dari Sekolah Menengah.
“Agar setiap lulusan sekolah menengah atas yang tidak akan melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi tidak khawatir akan menganggur. Sebab lulusan SMK dibekali dengan ilmu dan ketrampilan. Setidaknya lulusan SMK bisa berwiraswasta dengan membuka usaha mandiri, baik perbengkelan, teknisi komputer maupun elektronik,” tandas Siswo.