Sabtu, 11/06/2011, 03:45:00
Tekan Kematian Ibu-Bayi, Pemerintah Siapkan Rp 6 M
KN-Kuntoro

Ilustrasi ibu melahirkan

PanturaNews (Brebes) – Untuk menekan kasus angka kematian ibu hamil dan bayi, pemerintah tahun ini mengeluarkan program Jaminan Persalinan (Jampersal). Program tersebut dimaksudkan untuk membantu masyakarat tidak mampu saat akan melakukan persalinan. Untuk Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada tahun 2011 ini mendapatkan alokasi dana Jampersal senilai Rp 6.453.616.000.

Demikian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Perbekalan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Drs Aman Widodo, M.Kes, Jumat 10 Juni 2011 di kantornya.

Angka kematian ibu hamil dan bayi masih terus terjadi. Bahkan di Indonesia, dari 100.000 kelahiran, 228 meninggal dunia. Sedangkan di Kabupaten Brebes, untuk tahun 2010 terjadi 30 kasus kematian bayi baru lahir. Jumlah tersebut lebih sedikit dibadingkan dengan tahun 2009 yang mencapai 47 kasus.

Untuk menekan angka kematian tersebut, tahun ini pemerintah kembali mengeluarkan program Jampersal bagi ibu hamil. Meski demikian, sampai dengan saat ini, program tersebut belum bisa dinikmati oleh masyarakat.

"Program Jampersal tersebut dikeluarkan lantaran saat ini masih terjadi kasus kematian ibu hamil dan bayi baru lahir yang diakibatkan oleh faktor ekonomi," ujar Widodo.

Beberapa kasus yang ada, lanjut Widodo, disebabkan lantaran mereka enggan melakukan persalinan secara medis, baik melalui bidan maupun rumah sakit dengan alasan terbentur biaya. Padalah, selama ini pemerintah juga telah menyediakan program Jamkesmas yang juga bisa digunakan untuk proses persalinan.

Ia merinci, mereka yang melakukan persalinan nantinya akan mendapatkan bantuan senilai Rp 420.000. Nilai tersebut digunakan untuk biaya persalinan senilai Rp 350 ribu dan biaya pemeriksaan sebelum dan sesudah persalinan senilai Rp 70 ribu. "Dengan dikeluarkannya program tersebut, diharapkan nantinya angka kasus kematian ibu dan bayi baru lahir terus berkurang," tutur Widodo.

Untuk sistem pelaksanaan, nantinya pemerintah melalui dinas kesehatan akan berusaha melakukan kerja sama dengan bidan desa maupun rumah sakit. Untuk program tersebut, pada bulan Juni 2011 ini diharapkan sudah bisa dilaksanakan, mengingat saat ini sudah ada surat perintah.

"Seharusnya program tersebut dilaksanakan sejak bulan Mei 2011 lalu, namun baru bulan ini surat perintahnya keluar," jelasnya.

Meski banyak fasilitas kesehatan diberikan pemerintah, namun masyarakat juga diharapkan untuk bisa menerapkan gaya hidup sehat, yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang berfariasi dengan gizi seimbang, berolahraga secara teratur dan menghindari rokok, narkoba dan seks bebas.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita