Para juara Lomba Saint foto bersama. (Foto: Takwo Heriynto)
PanturaNews (Brebes) - Anak-anak pegunungan yang diidentikan dengan kesederhanaan akibat belum begitu gencar terkontaminasi pengaruh teknologi dan sains, ternyata mampu menguasai lomba Sains. Hal tersebut dibuktikan ketika berlangsung Olympiade Sains tingkat Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, juaranya dikuasai oleh anak-anak dari sekolah yang terletak di daerah penggunungan.
Olympiade yang melombakan mata pelajaran Matematika dan IPA (MIPA) yang berlangsung di SDN Brebes 03, Senin 30 Mei 2011, juara 1 untuk kedua Mapel dimenangkan oleh anak-anak dari Bumiayu.
Untuk mata pelajaran Matematika juara 1 dimenangkan oleh Yohanes Kevin S dari SD Kalierang 01 Bumiayu dengan nilai 36. Juara 2 Aurora NA SDN Brebes 03 (30) dan Juara 3 Syarafina Aisya F SDN Tembongraja, Salem (28).
Begitupun untuk Mata Pelajaran IPA juara 1 diraih Alya Nurul Inayah, dari SD Kalierang 01 Bumiayu dengan nilai 75,5. Sedang juara 2 Ghita anafi Idana SD Kalierang 02 Bumiayu (66) dan Juara 3 Suhanto SDN Buara 02 Ketanggungan (64).
Ketua Panitia penyelenggara H Atmo Suparno SPd menjelaskan, Lomba ini diikuti 100 siswa dari perwakilan 17 Kecamatan. Tiap-tiap kecamatan mengirimkan 3 siswa yang menjuarai 1,2 dan 3 dikecamatan masing-masing. “Dua siswa mengundurkan diri, dikarenakan sakit,” ujar Atmo disela lomba.
Atmo mengatakan, lomba ini antara lain bertujuan untuk menelorkan siswa yang berkualitas. Utamanya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Tuntutan pemanfaatan teknologi akan seiring dengan peningkatan profesionalisme di dunia kerja. Untuk itu sejak dini anak-anak perlu dipersiapkan antara lain melalui lomba Sains,” tutur Atmo.
Terkait minimnya nilai yang diraih para peserta, Atmo beralasan akibat soal yang disampaikan menggunakan bahasa inggris. “Kemampuan bahasa inggris siswa SD masih minim, jadi perlu peningkatan muatan lokal menjadi pelajaran inti dan guru-gurunya pun perlu diangkat PNS,” ungkapnya sebelumnya mengumumkan hasil lomba.
Kepala Seksi Kesiswaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes Andri Firdaus SH MPd mengatakan lomba ini bersifat terbuka dengan seleksi berjenjang. Sehingga tidak ada diskriminasi darimana siswa itu berasal.
Para juara 1 hingga 3 akan disamping mendapatkan piala, piagam dan juga uang pembinaan. “Mereka pada pertengahan bulan Juni ini akan mewakili Brebes dalam lomba yang sama di Islamic Centre Semarang,” imbuh Andri.