Senin, 30/05/2011, 07:20:00
Batal Jadi Universitas Negri, Yayasan Tingkatkan Fasilitas Pendidikan di UPS
JAY-Riyanto Jayeng

Imawan dan Eddie Praptono menunjukkan denah pembangunan fasilitas UPS. (Foto: Riyanto Jayeng)

PanturaNews (Tegal) – Kandasnya harapan menjadi universitas negeri, tidak menjadikan surutnya langkah Yayasan Pendidikan Pancasakti (YPP), dalam berupaya meningkatan mutu pendidikan di Universitas Pancasakti (UPS) Kota Tegal. Tahap demi tahap pembangunan fasilitas pendidikan mulai diwujudkan demi memenuhi standar mutu belajar bagi mahasiswa.

Ketua YPP Kota Tegal, H Imawan Sugiarto SH Mhum, Senin 30 Mei 2011 mengatakan, saat ini UPS sedang menggalakkan pembangunan sarana-sarana pendidikan.

“Buat apa kami meratapi upaya penegrian yang diibaratkan bergulirnya bola api yang sudah kandas, lebih baik kami mencoba memberdayakan kondisi yang ada dengan kemampuan dana sendiri. Saat ini, kami sudah dan sedang melaksanakan pembangunan beberapa gedung untuk peningkatan mutu pendidikan bagi mahasiswa,” kata Imawan.

Menurutnya, di bidang pendidikan, UPS tidak kalah dengan perguruan tinggi swasta lainnya. Perlu dimengerti, tiap-tiap perguruan tinggi memiliki program studi unggulan yang berbeda-beda. Dikatakan, untuk UPS sendiri memiliki 3 program studi unggulan yang kesemuanya bagian dari studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Ketiga program unggulan itu antara lain, Bahasa Inggris, Matematika dan Bimbingan Konseling.

“Setiap tahunnya, FKIP menjadi idola calon mahasiswa. Jumlah pendaftar di FKIP selalu melebihi jumlah pendaftar di fakultas lainnya. Oleh karenanya, dari yayasan pun mempunyai kewenangan kebijakan untuk meningkatkan fasilitas pendidikan khususnya untuk FKIP. Oleh karenanya, kenaikan biaya SKS untuk FKIP lebih besar dari fakultas lainnya,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan, pembangunan yang sedang dilakukan oleh yayasan diantaranya, pembangunan gedung perkuliahan yang terdiri dari 3 lantai dengan menelan biaya Rp 9,7 miliar yang kondisi pekerjaannya sudah mencapai 82 persen. Rencananya, lantai III gedung itu akan digunakan sebagai laboratorium hokum, keguruan dan ekonomi. Untuk lantai II digunakan untuk ruang perkuliahan dan laboratorium dan lantai I diginakan untuk laboratorium terpadu.

Di sisi lain, yayasan juga membangun laboratorium fisika dan kimia dengan biaya kurang lebih Rp 300 juta yang kondisi pekerjaannya sudah 74 persen. Berikutnya, juga mendirikan gedung fasilitas kampus yang akan digunakan sebagai area food court dan free hot spot dengan biaya Rp 400 juta, saat ini kondisi pekerjaan mencapai 80 persen. Selain itu, yayasan juga membangun laboratorium school senilai Rp 1 miliar yang kondisi pekerjaannya sudah 90 persen serta membangun laboratorium mikro teaching yang kondisinya sudah 95 persen.

“Setelah semuanya kami bangunkan fasilitas pendidikan itu, lalu kami serahkan kepada rektorat selaku pengguna anggaran untuk mengelolanya dan merawatnya. Tanggungjawab yayasan secara administrasi adalah menyediakan sarana dan fasilitas pendidikan dan rektorat lah yang melaksanakan dan menggunakan fasilitas itu untuk penerapan pendidikan serta merawatnya dengan baik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris YPP, H Eddie Praptono SH MH. Menurutnya, pihak yayasan juga sudah memikirkan untuk membuatkan lokasi parkir kendaraan yang representative. Bahkan untuk penanggulangan banjir yang disebabkan oleh air laut pasang maupun genangan hujan, UPS sudah dilengkapi dengan polder yang bersifat sebagai kolam retensi. Bahkan untuk poliklinik yang sebelumnya menempel di ruang perkuliahan, saat ini sudah dibangunkan gedung sendiri.

“Gedung poliklinik sudah dibangun dengan biaya Rp 400 juta. Sebelumnya kan nebeng di ruang perkuliahan. Hanya saja untuk polder belum berfungsi karena masih ada lalulintas pembangunan di bagian lain dan untuk poliklinik tinggal menunggu selesainya ijin dari Depkes untuk pengadaan para medis, dokter dan peralatan medik yang harus dipesan khusus. Semua pembangunan dan pengadaan fasilitas itu merupakan upaya-upaya peningkatan mutu pendidikan di UPS,” tandas Eddie.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita